Hukum

Bupati ini Seharusnya Mengabdi pada Rakyat, Tapi Malah Asyik Keruk Keuntungan

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Nampaknya Bupati ini akan menghuni sel tahanan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) lebih lama lagi. Karena Abdul Latief, Bupati Hulu Sungai Tengah ini kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Dia disangkakan pasal penerimaan gratifikasi senilai Rp 23 miliar dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan lebih lanjut, bahwa gratifikasi tersebut berasal dari fee sejumlah proyek di dinas-dinas daerah setempat.

Setiap proyek, Abdul diduga selalu mendapat fee antara 7,5 persen-10 persen. “Tersangka ALA (Abdul) diduga telah membelanjakan penerimaan gratifikasi menjadi mobil, motor dan aset lainnya,” jelasnya.

Saat ini, KPK telah menyita sejumlah aset yang diduga hasil gratifikasi tersebut. Antara lain, 23 unit mobil berbagai merek, seperti BMW 640i Coupe, Toyota Vellfire, Hummer, Rubicon, dan Lexus.

Berbagai kendaraan mahal yang disita adalah 8 unit kendaraan bermotor, seperti Ducati, Harley Davidson, BMW Motorrad, Husberg dan KTM. Sebagian kendaraan tengah dalam perjalanan laut dari Banjarmasin menuju Tanjung Priok Jakarta.

Abdul sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Januari lalu. Dia diduga menerima suap pengadaan RS Damanhuri, Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Dia diduga menerima fee Rp 3,6 miliar atau 7,5 persen dari proyek tersebut. Nah, di perjalanannya, Abdul diduga berkali-kali menerima fee dari sejumlah dinas di daerah setempat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami