Hukum

Bupati Tulungagung Syahri Mulyo Serahkan Diri ke KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo, menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Syahri yang sudah ditetapkan sebagai tersangka menyerahkan diri pada Sabtu malam (9/6/2018).

“SM (Syahri Mulyo), Bupati Tulungagung telah mendatangi kantor KPK dan saat ini sedang berada di ruang pemeriksaan KPK,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta.

Tersangka Syahri Mulyo mendatangi Kantor KPK pada sekitar pukul 21.30 WIB. KPK mengapresiasi sikap Syahri setelah beberapa hari lalu tidak diketahui keberadannya dan lolos dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK di Tulungagung.

“Tadi SM datang sekitar pukul 21.30 WIB. Kami hargai penyerahan diri tersebut. Sikap koperatif terhadap proses hukum tentu akan berimplikasi lebih baik bagi tersangka ataupun proses penanganan perkara itu sendiri,” kata Febri.

Penyerahan diri Bupati Syahri Mulyo ini berawal dari OTT KPK yang digelar di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim), pada Rabu (6/6/2018). Petugas KPK menangkap sejumlah pihak dalam OTT ini.

Setelah melakukan pemeriksaan intensif dan gelar perkara, akhirnya KPK menetapkan Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Syahri Mulyo, sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap Rp 2,5 milyar.

Selain Syahri, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya yakni Agus Prayitno (AP) dari pihak swasta, Sutrisno (SUT) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, dan Susilo Prabowo (SP) selaku kontraktor.

Syahri diduga menerima suap sejumlah Rp 2,5 milyar dari Susilo diduga terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung. Suap sejumlah Rp 1 milyar diberikan Susilo Prabowo melalui Agung Prayitno.

Pemberian Rp 1 milyar itu merupakan pemberian kedua yang kemudian berhasil dibongkar KPK melalui OTT. Syahri diduga sebelumnya sudah dua kali menerima suap, pertama sekitar Rp 500 juta dan kedua sebesar Rp 1 milyar.

Adapun Susilo Prabowo merupakan salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek-proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

KPK menyangka Syahri Mulyono, Agung Prayitno, dan Sutrisno selaku penerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Susilo selaku pihak pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 KUHP.

Selain menangkap sejumlah pihak, dalam OTT ini tim Satuan Tugas KPK juga mengamankan sejumlah barang butki yang kemudian dilakukan penyitaan. Barang bukti tersebut di antaranya uang sejumlah Rp 1 milyar, catatan proyek, dan bukti transaksi perbankan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + ten =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami