Hukum

Buronan Korupsi Bank Mandiri Ditangkap hari Ini

BTN iklan

Jakarta (Lei) Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (Kejari Jakpus) meringkus buronan atas nama Aris Pranata yang merupakan mantan Credit Operation Departement Head Bank Mandiri yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp27,5 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Kuntadi mengemukakan buronan tersebut telah melarikan diri sejak tahun 2012 dan ditangkap pada Rabu (25/4/2018), sore di sekitaran Jalan RP Soeroso, Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut Kuntadi, buronan yang diputus bersalah atas kasus pembuatan kredit fiktif tersebut tidak melakukan perlawanan saat diringkus oleh petugas dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

“Dia tidak melawan saat ditangkap, karena kami juga kan melakukan pendekatan secara persuasif kepada DPO ini,” tuturnya pada Kamis (26/4/2018).

Kuntadi memastikan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan terus memburu para buronan yang telah masuk dalam DPO. Menurutnya, salah satu strategi yang akan dilakukan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat untuk meringkus semua DPO tersebut yaitu bekerja sama dengan intel di seluruh kejaksaan.

“Kami akan bekerja sama dengan para aparat Intel seluruh Kejaksaan dan meminta bantuan juga kepada Kejaksaan Agung untuk meringkus semua buronan ini,” katanya.

DPO mantan Credit Operation Departement Head Bank Mandiri, Aris Pranata telah divonis bersalah dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pencairan kredit investasi Bank Mandiri CBC Thamrin kepada PT Kirana Abadi Persada Lines (KAPL) dan dihukum 4 tahun penjara karena telah merugikan keuangan negara mencapai Rp27,5 miliar.

Aris divonis bersalah karena telah menyetujui permohonan kredit tanpa melalui analisa data dan keterangan yang dimuat dalam nota analisa sebelumnya. Buronan itu dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan hukuman 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta.

 

bisnis

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami