Hukum

Butuh Kepastian Hukum, Investor Kawasan Wisata Bintan Pra-Peradilan SP3

BTN iklan

BATAM, (LEI/KBRN) – Para investor yang hendak menanamkan modal dan mengembangkan industri di Indonesia, termasuk di industri pariwisata, harus didukung dengan kepastian hukum untuk menjamin kenyamanan berinvestasi, menurut pengamat hukum dari Universitas Borobudur.

Ketua Program Studi Hukum Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Borobudur, Prof Faisal Santiago, mengungkapkan hal tersebut di Batam dalam jumpa pers Rabu malam (14/6/2017), saat mengomentari sidang pertama pra-peradilan atas keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus hak tanah milik PT Pulau Bintan Development (PDB).

Kasus yang dialami PT PDB, menurutnya adalah bagian dari ketidakjelasan kepastian hukum yang menimpa para investor, menambahkan bahwa yang menyedihkan adalah kasus ini terjadi pada investor dalam negeri.

“Dalam pra-peradilan memang tidak ada bicara materi. Tetapi, ini prosesnya saja sudah salah. Hitungannya belum waktunya dikadaluarsa, sepertinya dipaksakan untuk kadaluarsa,” kata Santiago, menggarisbawahi setidaknya berdasarkan ahli-ahli hukum, kasus PT PDB masih memiliki rentang waktu penyidikan 8 bulan sampai dengan satu tahun sebelum dihentikan.

Ia mengatakan benar terjadi jeda dalam proses pengajuan gugatan, karena pihak PT PDB mengajukan gugatan perdata dan pidana. Santiago menjelaskan pemrosesan gugatan pidana di Indonesia umumnya selalu setelah gugatan perdata tuntas.

Sementara itu, Wakil PT PDB Didik menjelaskan pihaknya telah membeli tanah seluas 127 hektare dari warga Bintan utara sejak tahun 1990, sebagai bagian dari investasi pengembangan kawasan wisata di Pulau Bintan. Namun, tanah seluas 50 hektare milik mereka dengan sengaja telah diambil alih PT Buana Mega Wisatama (BMW) pada tahun 1995, melalui pemalsuan dokumen dan penggelapan.

“Pemalsuan itu akan mempunyai masa kadaluarsa yaitu 12 tahun. Nah, karena pemalsuannya itu bulan Oktober, bulan Oktober 1995, tentunya kadaluarsanya dalam bulan Oktober 2007. Sedangkan kami lapornya tanggal 11 Januari 2007,” kata Didik.

Ia menegaskan saat pihaknya melapor kembali sebelum masa kadaluarsa di tahun 2007, itu berarti telah dimulai proses penyidikan baru, dan masa kadaluarsa berikutnya baru akan terjadi pada Oktober 2019.

Kuasa hukum PT PDB Akhmad Fajrin mengatakan, “upaya yang akan kami lakukan adalah pra-peradilan. Supaya digugurkan di pra-peradilan ini, sehingga proses bisa dibuka kembali, lalu bisa sampai ke proses pengadilan.”

Kuasa hukum pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau AKP Edy Wiyanto sebagai pihak termohon dalam kasus pra-peradilan ini mengatakan meyakini bahwa SP3 yang dikeluarkan Polda Kepri telah sesuai prosedur.

Sidang pertama pra-peradilan kasus pemalsuan dokumen yang berlangsung di Pengadilan Negeri Batam pada Rabu pagi, ditunda hakim hingga usai Lebaran setelah PT PBD sebagai pihak pemohon pra-peradilan dan Polda Kepri sebagai pihak termohon saling bersepakat.

“Sesuai kesepakatan daripada pemohon dan termohon,” kata AKP Edy Wiyanto menjelaskan penundaan sidang pra-peradilan tersebut usai mengikuti jalannya persidangan.

“Karena pemohon juga minta ditunda juga tanggal 17 Juli 2017, sementara dari Polda Kepri juga masih ada melaksanakan operasi Rahmadiah yang kita operasi daripada Polda Kepri,” katanya lagi menjelaskan alasan penundaan tersebut.

Pihak Polda Kepri mengeluarkan SP3 Nomor SPPP/51.a/X/2016/Ditreskrimum tanggal 6 Oktober 2016 yang diperjelas dengan surat Nomor B/120/X/2016/Ditreskrimum bahwa pihaknya telah menghentikan penyidikan pemalsuan dan/atau penggelapan barang tidak bergerak terkait tanah milik PT PDB.

PT PDB mengaku telah merugi setidaknya lebih dari 12 miliar rupiah atas investasi 127 hektare di kawasan Bintan utara berdasarkan nilai keekonomian di tahun 1995, dan belum memiliki data pasti total kerugian investasinya hingga sekarang.

Pantauan RRI di kawasan milik PT PDB, area seluas 50 hektare yang diklaim milik PT BMW telah berdiri Resort Club Med dengan operator dari Perancis.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami