Tekno

Cara Google Tangkal Hoax Di Hasil Pencariannya

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Penyebaran hoax jadi salah satu isu yang meresahkan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya ketika negeri ini sedang dilanda bencana, masih saja ada tangan-tangan usil yang semakin menebar ketakutan dengan menyebarkan informasi palsu mengenai bencana susulan.

Selaku pemilik platform online, Google tentu tak lepas dari ancaman penyebaran hoax. Lantas, bagaimana cara mereka meredam penyebaran berita bohong tersebut? Search Marketing Manager Google Indonesia Mira Sumanti, punya jawabannya.

“Kalau ngomongin hoax dan bagaimana kita menyaringnya, tiap tahun kita memperbarui dan mengembangkan algoritma kita supaya berita-berita yang kita depankan di Google itu selalu berita-berita yang jelas, benar-benar dari sumber yang terpercaya, dan juga dari hasil jurnalistik yang memang berkualitas,” tuturnya dalam sebuah kesempatan.

“Selain itu, kita juga ada banyak inisiatif di Indonesia, seperti dari Google News Initiative. Kita juga bikin pelatihan untuk berbagai jurnalis, sudah ada 2000 yang kita latih secara nasional untuk memastikan mereka membuat konten yang benar-benar berkualitas dan dari kitanya juga saat diranking akan lebih bagus juga,” katanya menambahkan.

Mira melanjutkan, Google tidak melakukan penghapusan terhadap berita apa pun di dalam hasil pencariannya. Kembali lagi, pihaknya hanya memastikan algoritma yang ditetapkan hanya menampilkan berita yang benar-benar relevan, paling kredibel, dan paling berkualitas sesuai dengan pencarian user.

Meski demikian, ia menyebut algoritma itu tidak selalu sempurna. Ada saja kesalahan-kesalahan di dalamnya. Salah satunya di Amerika Serikat ketika user mencari “idiot” di mesin pencari Google Images yang muncul adalah Donald Trump.

“Algoritma itu gak selalu perfect. Kalau misalnya ada kejadian seperti pencarian gambar orang yang tidak sesuai, kan Google istilahnya mengagregasi informasi yang ada di internet. Jadi yang kita tampilkan itu kebanyakan penulisan untuk tokoh tertentu itu seperti apa. Jadi itu benar-benar tergantung dengan pemberitaan yang ada di luar,” ujar Mira.

“Dan kalau misalnya ada hasil pencarian yang tidak sesuai, sekarang lebih mudah juga bagi orang untuk melaporkannya,” pungkasnya, seraya mengajak user untuk melaporkan kesalahan di dalam pencarian Google.

[Detik.com]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Komentar

  1. Hey, it’s Latisha!

    Pretty much everyone is using voice search with their Siri/Google/Alexa to ask for services and products now, and in 2019, it’ll be EVERYONE of your customers. Imagine what you are missing out on.

    Right now, I can only find legaleraindonesia.com on text search after digging a few pages (that’s NOT good), businesses above are winning all the traffic and $$$$!

    Fulfill all your visitors’ questions on your site and earn their trust! Learn how simple it is here: https://goo.gl/6h8hfW

    Get your voice search optimized content: https://goo.gl/tQh8J7
    Starts at $20, regular SEO content starts at $10

    Cheers,
    Latisha

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami