Politik

Cawagub Anton Sosialisasikan Program SakolaGratis di Pesantren Tasikmalaya

BTN iklan

Tasikmalaya, LEI – Calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, Anton Charlyan (Kang Anton) menyosialisasikan program kerjanya bersama calon gubernur Jabar TB Hasanudin atau Kang Hasan kepada kalangan pondok pesantres (ponpes) di Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.

Salah satu program yang disosialisasikan kang Anton kepada kalangan santri dan pengurus dan pimpinan ponpes di dua wilayah Tasikmalaya, Rabu (21/3/2018) adalah program unggulan SakolaGratis.

Menurut kang Anton, program SakolaGratis merupakan salah satu dari 7 program unggulan yang akan dilaksanakan jika ia bersama kang Hasan selaku pasangan dengan singkatan Hasanah dipercaya untuk memimpin Jabar untuk 5 tahun ke depan.

Salah satu program dalam SakolaGratis adalah kepedulian terhadap pondok pesatren, ulama, marbot, muazim, dan siswa yang tidak mampu dengan mengalokasikan dana sebesar Rp 1 trilyun.

“Makanya saya hadir bersama Kang Hasan untuk mewujudkan pendidikan di Jawa Barat yang lebih baik lagi,” kata kang Anton usai mengunjungi Ponpes Baitul Hikmah, Haur Kuning, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, dan Ponpes Bahrul Ulum, Kota Tasikmalaya.

Kemudian, selain SakolaGratis, kang Hasan dan kang Anton juga memiliki 7 program unggulan lainya, di antaranya, BogaGawe, JabarSeubeuh, JabarCageur, ImahReumpeug, Turkamling&Budaya, serta Molototcom.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Baitul Hikmah, Haur Kuning, K.H Busrol Karim menilai kang Anton merupakan sosok pemimpin ramah dan tegas. “Apalagi beliau mau peduli dengan pendidikan dan mengalokasikan dana sebesar 1 trilyun sebagai bentuk perhatian terhadap ulama dan kegiatan keagamaan di Pesantren. Semoga program ini bisa benar-benar terealisasi dan bermanfaat bagi umat,” ujarnya.

Sementara Pimpinan Ponpes Bahrul Ulum, K.H Ahmad Munawar Hidayatullah, mengapresiasi program SakolaGratis yang direncanakan oleh kang Anton. Menurutnya, ini sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Jabar saat ini.

“Apalagi terdapat insetif untuk ulama, ustad, marbot, muadzin, imam masjid, dan siswa tidak mampu. Karena kita butuh pemimpin yang berani melakukan terobosan-terobosan program dan saya yakin bisa membawa dunia pendidikan di Jabar menjadi lebih baik,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami