BTN iklan
NasionalTekno

Cerita di Balik Salah Sambung, Game tentang Pedekate dengan Gadis Cantik

Lei-Menciptakan produk interaktif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman yang benar-benar unik, merupakan hal yang coba digali para pelaku industri game tanah air. Salah satu contoh perwujudan dari konsep tersebut adalah sebuah permainan berjudul Salah Sambung yang belum lama ini diluncurkan developer asal Bandung, Rolling Glory Jam.

Tim yang merupakan bagian kecil dari studio game Rolling Glory ini menyajikan pengalaman bermain yang “tidak biasa”. Kamu akan disajikan imitasi percakapan pada suatu aplikasi mobile chat fiktif, bersama karakter rekaan yang memiliki karakteristik layaknya gadis sungguhan.

Sesuai judulnya, Salah Sambung menempatkan kamu dalam insiden perkenalan dengan seorang gadis asing bernama Luna. Kamu dihadapkan dengan percakapan kasual bersama lawan bicara yang sama sekali tidak dikenal sebelumnya.

Interaksi pada Salah Sambung kamu lakukan lewat pilihan pesan teks yang mewakili respons percakapan dalam game. Setiap fase percakapan yang kamu lalui akan memberikan reward berupa foto karakter Luna sebagai item untuk dikoleksi di menu utama game.

Bagai berinteraksi dengan chatbot

Meski percakapan yang kamu lakukan mirip ketika berinteraksi dengan chatbot, tidak ada kecerdasan buatan yang ditanamkan dalam gameini. Salah Sambung merupakan sebuah game naratif sederhana yang memiliki banyak sekali percabangan cerita serta konklusi beragam.

Sepanjang permainan berlangsung, kamu akan berupaya mengakrabkan diri dengan Luna lewat beberapa pilihan dialog yang akan menjurus pada puluhan hasil hubungan yang berbeda-beda. Bila kamu terlalu sering berbohong, kurang simpatik, atau menempatkan diri dalam posisi yang terlalu “agresif”, game ini bisa saja berakhir pahit dengan respons Luna yang cukup situasional.

Petrus Narwastu selaku Game Director Salah Sambung menjelaskan bahwa segala opsi dialog pemain di game ini merupakan respons tanya jawab yang telah diatur sedemikian rupa. Setiap pilihan yang kamu pilih akan mengantarkanmu pada satu di antara dua puluh konklusi cerita.

Salah Sambung | Screenshot

Interaksi dalam game ini dibuat semengalir mungkin dengan desain antarmuka yang organik, layaknya sebuah aplikasi chating sungguhan. Karena bentuknya yang tidak biasa untuk ukuran game naratif, pria yang akrab dengan panggilan Wastu ini mengakui tidak memiliki deskripsi yang spesifik perihal genre permainan Salah Sambung. 

“Untuk dianggap sebagai Visual Novel pun, sebenarnya game ini tidak ada elemen visualnya (aset ilustrasi) sama sekali, yang ada hanya fungsi melihat foto,” ujar Wastu. “Mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan Salah Sambung adalah Chat story ya, atau Chat novel.”

Berawal dari event Global Game Jam

Jauh sebelum Salah Sambung resmi dirilis di Google Play Store, game ini awalnya merupakan proyek sampingan dari tim kecil yang mengikuti Global Game Jam (GGJ) yang berisi aktivitas membuat game bersama-sama di awal 2017 silam.

Wastu dan tim (yang terdiri dari kolega studio game Rolling Glory) pada saat itu berniat membuat sebuah game yang “mengombang-ambingkan” perasaan para pemainnya. Hal ini sesuai dengan tema Global Game Jam 2017, yang pada saat itu mengusung tema wave (gelombang).

“Pengembangan game ini terinspirasi dari beberapa cerita pedekate teman-teman sendiri, mulai dari yang berhasil hingga yang gagal. Dari situ, kami pun terlintas pikiran kenapa kita tidak mencoba mengemas hal ini ke dalam bentuk game karena belum ada perasaan yang bisa mengalahkan  deg-deg’an momen pedekate ke pasangan,” ujar Wastu.

Salah Sambung Behind the Scene | Photo

Di luar dugaan mereka, prototipe awal pengembangan Salah Sambungrupanya memperoleh respons cukup positif dari rekan-rekan mereka di komunitas game Bandung. Wastu dan timnya pun berpikir untuk melanjutkan proyek sampingan ini menjadi sebuah game utuh yang akan mereka kerjakan di sela-sela kesibukan Studio Rolling Glory.

Keinginan ini sempat melalui beragam kendala, terutama dari segi scopepengerjaan yang kecil dan timeline waktu yang berubah-ubah. “Pada awalnya target kami hanyalah rilis cepat, pokoknya tiga bulan setelah GGJ harus sudah rilis,” kenang Wastu. “Tetapi karena muncul bermacam ide dan implementasi fitur serta cerita baru, kami akhirnya mengundurkan pengerjaan berkali-kali, mulai dari awalnya Agustus hingga Desember kemudian baru dirilis.”

Tuai respons positif berkat tujuan utopis

Salah Sambung Team | Photo

Wastu (nomor dua dari kanan) bersama tim yang terlibat

Konsep permainan yang diusung Salah Sambung bukanlah hal baru di ranah game mobile. Sebelumnya di kuartal keempat 2016, para pengguna smartphone perempuan pernah menggandrungi Mystic Messengergame naratif serupa yang menghadirkan sejumlah karakter pria dengan gambar ala anime yang dirilis oleh developer asal Korea, Cheritz.

Selang beberapa waktu setelah Salah Sambung diluncurkan pada akhir Desember 2017, game buatan Wastu dan tim kecilnya tersebut menuai respons dan feedback yang cukup positif dari kalangan gamer mobile lokal.

Sejumlah blog dan media mengapresiasi keunikan pada Salah Sambung. Tak ketinggalan pula, beberapa kanal video YouTube lokal pun juga membicarakan permainan ini dari perspektif masing-masing.

Achievement Salah Sambung | Screenshot

Hasil akhir dari pilihan pemain ditampilkan dalam bentuk ikon achievement

Meski pasar game naratif lokal tergolong cukup niche untuk dibidik, namunSalah Sambung menunjukkan peluang yang cukup potensial. Wastu mengungkapkan saat ini game mereka telah diunduh lebih dari puluhan ribu pengguna di bulan pertamanya. Walau bisa diunduh secara gratis, namun untuk bisa membuka keseluruhan cerita, pemain perlu membeli IAP seharga Rp15.000.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close