EntertainmentLifestyle

Cerita Tiga Astronaut di Mini Album Kelompok Penerbang Roket

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Setelah merilis lagu Menggilas Batas dan Pencarter Roket dengan format piringan hitam Februari lalu, Kelompok Penerbang Roket (KPR) kini akan meluncurkan mini album bertajuk Galaksi Palapa.

Vokalis sekaligus pemain bas John Paul Patton (Coki) menjelaskan, mini album tersebut sangat berkonsep jika dibandingkan dengan karya KPR sebelumnya.

Itu mengandung cerita fiksi tiga astronaut berkelana menuju Galaksi Palapa.

Disebutkan gitaris Rey Marshall, cerita itu diracik bersama Coki dan penggebuk drum band itu, I Gusti Gede Vikranta (Viki). Mereka membuat lagunya terlebih dahulu, baru kemudian disesuaikan dengan alur cerita.

“Tiga astronaut ada misi ke galaksi baru karena Bumi sudah enggak layak ditempati, kacau karena ego dan penguasa,” kata Coki saat jumpa media di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (10/4).

Menurut Coki, Galaksi Palapa berisi lima lagu yang berhubungan satu sama lain. Jika kelimanya didengarkan secara berurutan, pesan dan konsep album Galaksi Palapa akan sangat terasa dan bisa dipahami. Sebab, setiap lagu merupakan tahapan perjalanan menuju Galaksi Palapa itu sendiri.

Lagu pertamanya sudah dirilis Mei tahun lalu, berjudul Berita Angkasa.

“Pada lagu Berita Angkasa sudah diceritakan, bagaimana astronaut kembali ke Bumi untuk menyebar berita tentang tempat hidup baru di Galaksi Palapa.”

Cerita mencari tempat tinggal selain Bumi memang sudah sering disampaikan lewat film. Maka untuk membuat Galaksi Palapa KPR pun riset dengan menonton film fiksi ilmiah seperti 2001: A Space Odyssey dan Interstellar.

Disebutkan Rey, pembuatan Galaksi Palapa juga diinspirasi oleh album The Dark side of The Moon milik Pink Floyd. Lagu dalam album yang dirilis pada 1973 itu juga berhubungan satu sama lain, seperti dalam Galaksi Palapa.

Semua materi lagu dalam album itu, kata Viki, sebenarnya sudah direkam sejak 2015 lalu. Namun Viki merasa kurang puas, sehingga merekamnya ulang dengan diproduseri mantan gitaris Roxx, Jaya alias Abah.

“Kami punya standar tinggi untuk mini album ini, lebih dari Teriakan Bocah. Kami harus naik kelas,” kata Viki.

Salah satu lagu yang diperlakukannya secara spesial adalah Alfa Omega. Tidak ada suara drum dan bas di lagu itu, digantikan organ hammond dan synth.

Galaksi Palapa lebih ke genre psychedelic rock yang banyak instrumen. Kurang lebih mini album ini mengandung 25 persen lirik, 75 persen instrumen.” [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close