Internasional

China Gelar Latihan Militer Dekat Selat Taiwan

BTN iklan

BEIJING (LEI) – Militer China berencana melakukan latihan di Selat Taiwan pada Rabu (18/4/2018). Kepala Kantor Urusan Taiwan pemerintah China, Liu Jieyi mengatakan, latihan militer digelar untuk menunjukkan bahwa Beijing tidak menoleransi segala bentuk aksi pemberontakan di kawasan.

“Latihan militer akan menjadi langkah untuk mengawal kedaulatan dan integritas tanah air kita. China punya keinginan kuat dan kapabilitas untuk menghentikan upaya apapun, dalam kata-kata atau tindakan, yang ingin memisahkan wilayah dengan tanah air,” ujar Liu Jieyi, mengutip dari South China Morning Post.

Tentara Pembebasan Rakyat China pada pekan lalu mengumumkan, Angkatan Laut (AL) akan melakukan latihan menembak di wilayah lepas pantai Quanzhu, Provinsi Fujian. Lokasi latihan tersebut berbatasan langsung dengan Selat Taiwan yang memisahkan pulau itu dengan mainland China.

Latihan akan dilakukan sekira 45 kilometer (km) dari Pulau Quemoy yang dikuasai Taiwan, yang berada paling dekat dengan mainlandChina. Namun, AL China dipastikan tidak akan melakukan latihan berlayar melewati Selat Taiwan karena akan dianggap sebagai pelanggaran.

“China harus membentuk semacam tekanan militer untuk memastikan pihak kedua paham bahwa jika mereka mendeklarasikan kemerdekaan, hal tersebut tidak akan diterima,” ujar pengamat militer, Song Zhongping, dinukil dari Channel News Asia.

Sebagaimana diberitakan, Presiden China Xi Jinping mengeluarkan peringatan keras kepada Taiwan saat Sidang Parlemen Maret lalu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis China (PKC) itu menyatakan tidak boleh ada tanah atau daratan yang terpisah dari China.

Taiwan adalah salah satu isu sensitif di China. Apalagi, Negeri Tirai Bambu makin mewaspadai tindak-tanduk Taipei sejak Tsai Ing-wen terpilih sebagai Presiden Taiwan pada 2016. Perempuan berkacamata itu datang dari Partai Demokratik Progresif yang mendukung kemerdekaan Taiwan dari China.

Xi Jinping tidak menutup kemungkinan akan digelarnya latihan militer di Selat Taiwan atau di sekitar pulau tersebut. Ia beralasan, peningkatan latihan militer bukan ancaman bagi negara manapun, termasuk Taiwan yang hingga saat ini dianggap China sebagai provinsi, alih-alih negara merdeka. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami