BTN iklan
Internasional

China Larang Warganya Bekerja di Yerusalem, Israel Lakukan Penyelidikan

TEL AVIV (LEI) – Israel akan melakukan penyelidikan darurat mengenai keputusan China untuk tidak mengizinkan warga negaranya bekerja di Yerusalem dan pemukiman ilegal warga Israel karena wilayah itu berstatus diduduki.

Diwartakan Middle East Monitor, Jumat (1/6/2018), pekerja China telah mengambil alih pekerjaan konstruksi yang sebelumnya dilakukan oleh warga Palestina dari Tepi Barat dan Jalur Gaza. Israel telah memblokade Gaza dan melarang warga Palestina dari sana untuk meninggalkan daerah itu serta membatasi izin bekerja bagi warga Palestina di Tepi Barat.

Pada Maret 2017, sebuah perjanjian ditandatangani untuk membawa 20.000 pekerja konstruksi dari China ke Israel. Beijing telah menetapkan bahwa negaranya tidak akan bekerja di pemukiman dan teritori yang diduduki Israel sejak 1967.

China dilaporkan telah memveto partisipasi warganya dalam pembangunan proyek pemukiman 36, namun kementerian luar negeri Israel mengatakan, langkah itu diambil karena alasan keselamatan, bukan politik. Tahun ini, dua pekerja China telah terbunuh dalam kecelakaan konstruksi di Israel sehingga menimbulkan sedikit ketegangan diplomatik antara kedua negara.

“Sebuah klausul dalam perjanjian bilateral berbicara tentang keselamatan pekerja di lokasi yang disetujui oleh kedua belah pihak. Tidak ada definisi teritorial untuk membangun sebuah lokasi dan dari sudut pandang kami itulah yang penting. Ada lokasi di mana warga China memutuskan untuk tidak bekerja karena alasan keamanan, ” demikian pernyataan dari kementerian luar negeri yang dikutip Haaretz.

Israel yang sangat membutuhkan pekerja konstruksi pada 2017 menyetujui tuntutan Beijing agar pekerjanya ditugaskan di proyek di Tepi Barat atau Yerusalem Timur. Sementara di Yerusalem, China telah memveto delapan proyek untuk dikerjakan oleh warganya dan menerapkan batas yang lebih ketat untuk memberikan izin bekerja. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close