Hukum

Choel Mallareng Didakwa Rugikan Negera Rp 464,3 Milyar

BTN iklan

Jakarta, LEI – Jaksa penunut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa Andi Zulkarnain Anwar alias Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng merugikan keuangan negara sejumlah Rp 464.391.000.000 (Rp 464,3 milyar) dalam perkara korupsi proyek pembangunan lanjutan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

“(Perbuatan terdakwa) yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, yaitu merugikan keuangan negara sebesar Rp 464.391.000.000,” kata Jaksa Penuntut Umum KPK, Ali Fikri, membawakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (10/4/2017).

Adik kendung mantan Menteri Andi Alfian Mallarangeng tersebut merugikan keuangan negara karena melakukan perbuatan melawan hukum secara bersama-sama dalam proyek pembangunan lanjutan P3SON Hambalang.

“Melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri-sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, secara melawan hukum, yaitu telah ikut mengarahkan proses penganggaran dan pengadaan barang/jasa proyek pembangunan P3SON Hambalang,” katanya.

Menurut jaksa, terdakwa Choel Mallarangeng melakukan perbuatan melawan hukum tersebut bersama-sama kakaknya Andi Alfian Mallarangeng, Deddy Kusdinar, Teuku Bagus Mokhamad Noor, dan Mahcfud Suroso. Mereka sudah dijatuhi hukumam dan berstatus terpidana.

Selain dengan nama-nama di atas, Choel Mallarangeng juga bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum tersebut dengan Wafid Muharam, Muhammad Fakhruddin, Lisa Lukutawati Isa, Muhammad Arifin, dan Saul Paulus David Nelwan alias Paul Nelwan.

Choel Mallarangeng dan nama-nama di atas melakukan perbuatan melawan hukum karena terlibat memenangkan perusahaan tertentu dalam pengadaan jasa konstruksi perencanaan, pengadaan jasa konsultan manajemen konstruksi, dan pengadaan jasa konstriksi (P3SON) Hambalang.

Choel Mallarangeng melakukan tindak pidana korupsi secara berjamaah itu untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Adapun pihak-pihak yang diperkayanya, adalah terdakwa Choel Mallareng dan Andi Alifian Mallarangeng sejumlah Rp 4 milyar dan US$ 550.000.

Sedangkan orang lain yang diperkaya akibat ulah Choel Mallarangeng bersama sejumlah pihak di atas, adalah Wafid Muharam sejumlah Rp 6.550.000.000 (Rp 6,5 milyar), Deddy Kusdinar Rp 300 juta, Anas Urbaningrum Rp 2.210.000.000 (Rp 2,2 milyar), Mahyudin Rp 600 juta, dan Teuku Bagus Mokhamad Noor Rp 4.532.923.350 (Rp 4,5 milyar).

Selanjutnya, Machfud Suroso Rp 18.800.942.000 (Rp 18,8 milyar), Olly Dondokambey Rp 2,5 milyar, Joyo Winoto Rp 3 milyar, Lisa Lukitawati Isa Rp 5 milyar, Anggraheni Dewi Kusumastuti Rp 400 juta, Adirusman Dault Rp 500 juta, dan Nanang Suhatmana Rp 1,1 milyar.

Selain perseorangan, perbuatan terdakwa Choel Mallarangeng juga memperkaya korporasi, yakni PT Yodya Karya sebesar Rp 12.583.872.000,00 (Rp 12,5 milyar), PT Ciriajasa Cipta Mandiri Rp 5.839.331.569 (Rp 5,8 milyar), PT Global Daya Manunggal Rp 54.922.994.657 (Rp 54,9 milyar), PT Aria Lingga Perkasa Rp 3.337.964.280 (Rp 3,3 milyar), dan PT Dutasari Citra Laras Rp 170.395.116.962 (Rp 170,3 milyar).

Selanjutnya, Kerja Sama Operasi PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya (KSO Adhi-Wika) Rp 145.157.101.895,00 (Rp 145,1 milyar), serta 32 perusahaan atau perorangan Sub Kontrak KSO Adhi-Wika sebesar Rp 17.960.753.287 (Rp 17,9 milyar).

Atas perbuatan tersebut, jaksa mengancam terdakwa Choel Mallarangeng sebagaimana diatur diatur dan diancam pidana Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Atau, lanjut Ali Fikri, perbuatan terdakwa Choel Mallarangeng itu sebagaimana diancam dakwaan kedua, yakni Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami