EntertainmentLifestyle

Cinta pada Pandangan Pertama Pangeran Harry-Meghan Markle

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Cinta pada pandangan pertama ternyata bukan cuma dongeng belaka. Itu sungguh terjadi pada Pangeran Harry dan Meghan Markle. Dari kencan (yang awalnya) buta, mereka mengikat tali pernikahan hari ini, Sabtu (19/5) di Kapel St. George, Kastel Windsor, Inggris.

Rajutan asmara Harry dan Markle bermula pada Juli 2016. Mereka bertemu singkat dalam sebuah kencan buta lewat seorang teman. Markle kebetulan menyambangi London saat itu.

Siapa teman yang berjasa mencomblangkan keduanya, sempat terkuak beberapa nama. Di antaranya, konsultan Soho House Markus Anderson, perancang mode Misha Nonoo, serta penata gaya Jessica Mulroney. Namun nama terakhir yang diklaim E!News terkonfirmasi sebagai pahlawan untuk hubungan Harry dan Markle yakni Violet von Westenholz.

Westenholz dilaporkan dekat dengan keluarga Kerajaan Inggris dan sempat memiliki hubungan pekerjaan dengan Markle hingga akhirnya menjadi sahabat. Instingnya rupanya bagus.

Harry dan Markle awalnya tak saling kenal. Harry tak tahu bahwa Markle lebih tua tiga tahun darinya dan sudah menyandang status janda selama tiga tahun setelah bercerai dari Trevor Engelson. Markle juga tak tahu Harry dan reputasinya sebagai playboy.

Harry bahkan mengaku belum pernah menonton Suits, drama yang dibintangi Markle sejak 2011.

Namun pandangan pertama benar-benar menghipnotisnya.

“Saya sangat terkejut ketika masuk ke ruangan itu [tempatnya pertama bertemu Meghan] dan melihatnya,” kenang Harry. Saat itu juga ia berjanji dalam hati, akan menyudahi bermain-main dengan cinta, seperti asmaranya yang terdahulu dengan banyak perempuan.

Cinta lalu tumbuh begitu cepat. Mereka sendiri sampai terkejut.

“Kenyataan bahwa saya jatuh cinta pada Meghan begitu cepat adalah sebuah wujud bahwa semesta merestui. Semuanya [terasa] sempurna,” kata Harry seperti dikutip AFP.

Setelah pertemuan pertama yang mengenyakkan itu, Harry langsung membawa Markle ke kencan kedua pada hari berikutnya. Beberapa minggu kemudian, Harry membujuk Markle untuk bergabung dengannya berkemah selama lima hari di Botswana, lokasi kenangannya.

Bagi sang pangeran sendiri, itu adalah langkah besar untuknya.

“Kami benar-benar menjadi diri kami, yang sangat penting bagi saya untuk memastikan bahwa kami memiliki kesempatan untuk mengenal satu sama lain,” kata Harry lebih lanjut.

Sejak itu, sekali pun Markle harus kembali syuting Suits di Toronto, pasangan ini tidak pernah terpisahkan lebih dari dua minggu. Padahal syuting di Toronto dan hubungan jarak jauh dahulu pernah memorak-porandakan rumah tangga Markle dengan Engelson.

Selama lima hingga enam bulan pertama, hubungan Harry dan Markle dilakukan secara diam-diam. Markle baru pertama kali ‘diperkenalkan’ ke publik pada sebuah Invictus Games.

Kurang dari dua tahun, keduanya yakin untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Harry melamar Markle pada November 2017, dan pertunangan mereka diumumkan pada bulan yang sama.

Harry melamar Markle saat mereka menikmati malam yang nyaman sembari memanggang ayam di Nottingham Cottage, rumah dua kamar di London Palace. Kata Markle, lamaran itu sangat mengejutkan. “Manis, alami dan romantis. Dia juga berlutut dengan satu kaki,” ujarnya.

Markle mengaku langsung mengatakan “iya,” bahkan sebelum Harry menuntaskan lamarannya. Sang pangeran bahkan belum mengeluarkan cincin pertunangan, yang belakangan diketahui bertatahkan batu dari Bostwana dan diapit dua berlian dari koleksi pribadi Putri Diana.

Istana Kensington lalu mengumumkan pertunangan itu pada 27 November 2017.

Keputusan yang terasa serba cepat membuat hubungan asmara keduanya menjadi sorotan utama.

Namun Harry memastikan keluarga besar Kerajaan Inggris sangat mendukung hubungannya dengan Markle, termasuk kakek-neneknya, Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, ayahnya Pangeran Charles, serta saudara laki-laki dan istrinya, Pangeran William dan Kate Middleton.

Apa yang membuat Harry begitu yakin pada sosok wanita pilihannya?

Dalam sebuah wawancara ia mengungkapkan, dirinya dan Markle memiliki percakapan yang jujur tentang masa depan. Dari situ Harry merasa menemukan sosok yang membuatnya begitu nyaman.

Harry bahkan berani membela Markle di hadapan media saat banyak yang menghujatnya. Itu tak pernah dilakukannya terhadap kekasih-kekasihnya di masa lampau.

“Kami berdua memiliki keinginan untuk melakukan perubahan demi kebaikan,” kata Harry.  [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami