Tekno

Cloud Jadi Masa Depan

BTN iklan

Jakarta/Lei — Pemanfaatan komputasi awan dalam bisnis apapun diklaim mampu menurunkan biaya operasional hingga 25% dan memangkas waktu time to market hingga 45%. Pengurangan biaya-biaya, yang berarti efisiensi, secara otomatis berdampak langsung pada kenaikan pendapatan yang diklaim dapat mencapai 25%.

Itulah kesimpulan dari hasil riset Huawei Open Labs, unit think tank yang dikembangkan oleh Huawei Technologies. Pengembangan bisnis cloud ini menjadi topik utama sepanjang Huawei Analyst Summit 2017 yang berlangsung di Shenzhen, China, pada 11—13 April 2017.Komputasi awan

Huawei, yang sejak awal 2017 mulai serius mengembangkan cloud sebagai salah satu pilar bisnis utama di segmen bisnis enterprise, berupaya meyakinkan tak kurang dari 500 analis dari berbagai bidang usaha bahwa masa depan pengembangan bisnis mereka ada di komputasi awan.

Ryan Ding, Executive Director of the Board, President of Products & Solutions Huawei, memaparkan kisah sukses sejumlah mitra yang telah mengaplikasikan teknologi cloud dalam bisnis mereka. Salah satunya adalah Schindler, perusahaan produsen lift dan elevator asal Swiss.

Lift dan elevator yang diproduksi oleh Schindler telah dilengkapi dengan sensor yang merekam setiap kondisi, seperti temperatur, beban, kecepatan, tingkat keterisian, dan data lain terkait operasional alat. Teknologi cloud memungkinkan data-data yang terekam itu dikirimkan secara real time kepada server atau peladen internal di kantor kendali operasional Schindler.

Data yang tersaji membantu tim di back office  Schindler mendapatkan laporan lengkap secara langsung. Dengan data-data itu, mereka dapat memantau situasi yang terjadi di lapangan tanpa perlu mengirimkan orang untuk melakukan pengecekan, yang tentu saja tidak mungkin memantau selama 24 jam.

Ketika ada situasi darurat, atau ada kendala teknis yang perlu diketahui, tim dari back office pun akan mendapatkan laporan langsung sehingga dapat mengambil keputusan tepat waktu. Terciptalah efisiensi bisnis sebagaimana diungkapkan oleh riset dari Huawei.

Jika teknologi cloud mampu meningkatkan efisiensi dalam bisnis produksi elevator, maka teknologi ini tentu saja dapat dikembangkan ke arah manapun. Peluang eksplorasi hampir tak terbatas.

Saat ini, teknologi cloud Huawei telah menjangkau berbagai sektor bisnis seperti pendidikan, finansial, transportasi, dan manufaktur. Sistem TI yang seluruhnya telah memanfaatkan komputasi awan (all-cloud technology) Huawei telah berjalan di setidaknya 100 universitas, 80 hotel, 100 perusahaan ritel, dan 30 stadion di China dan berbagai belahan dunia.

Huawei juga telah menggandeng puluhan institusi pemerintah untuk memanfaatkan cloud dalam melayani warga melalui program kota terintegrasi seperti smart city, atau pengamanan wilayah melalui program safe city. “Teknologi cloud bukanlah pilihan, tetapi memang kebutuhan,” ujarnya, Selasa (11/4).

KEMITRAAN

Sementara itu, Deputy Chairman of the Board, Rotating CEO Huawei Eric Xu mengatakan, arah pengembangan bisnis cloud akan sangat berkaitan dengan kemitraan dengan perusahaan telekomunikasi, yang dinilai memiliki kapasitas dalam membangun konektivitas.

Sejumlah perusahaan telekomunikasi raksasa di dunia seperti China Mobile, Deutsche Telekom, dan Telefonica, telah mengikatkan diri dalam kerja sama membangun public cloud yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen di wilayah yang berbeda-beda.

Selain bermitra dengan peruashaan telekomunikasi, Huawei juga menjalin kemitraan dengan perusahaan IT yang telah memiliki platform cloud mereka sendiri.

Di Indonesia, potensi pengembangan bisnis berbasis teknologi cloud juga sangat terbuka. Deputy Director National ICT Strategy & Marketing Huawei Indonesia Mohamad Rosidi mengatakan teknologi komputasi awan memiliki keunggulan dalam hal kapasitas penyimpanan data, keamanan, dan proteksi data.

Huawei Indonesia, lanjutnya, telah memiliki ekosistem untuk mendukung perkembangan bisnis cloud, seperti platform cloud, data center, dan server.

Sebagaimana strategi Huawei secara global, Huawei Indonesia juga tidak ingin bergerak sendiri dalam membangun bisnis berbasis cloud. Di banyak negara, Huawei bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dan perusahaan IT. “Kami membuka kesempatan untuk bermitra,” ujarnya.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close