Hukum

CPGT Cari Suntikan Dana Segar

BTN iklan

Jakarta/Lei – PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. memasukkan klausul investor baru dalam rencana perdamaian sebagai sumber pembiayaan dalam proses restrukturisasi utang.

Salah satu pengurus restrukturisasi utang PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk Tri Hartanto mengatakan proposal perdamaian yang diajukan tidak jauh berbeda dengan penyampaian debitur saat rapat sebelumnya.

“Rencana ada investor baru yang masuk atau mencari pembiayaan baru,” kata Tri, Kamis (8/12).

Dia menambahkan investor tersebut bertujuan untuk menyuntikkan dana guna penambahan armada debitur menjadi 400 unit. Debitur berharap penambahan tersebut bisa meningkatkan operasional usahanya di bidang travel.

Debitur, lanjutnya, juga mengusulkan tenor pembayaran hingga 10 tahun dengan masa jeda atau grace period selama dua tahun. Akan tetapi, debitur belum menjelaskan lebih lanjut skema pembayaran untuk kreditur separatis maupun konkuren.

Pihaknya menjelaskan lama waktu pembayaran tersebut masih dapat berubah seiring dengan perkembangan bisnis debitur. Perusahaan berkode emiten CPGT tersebut menjanjikan adanya percepatan pembayaran apabila mengalami kenaikan pendapatan.

Selanjutnya, debitur mencantumkan adanya pembayaran cepat terhadap kreditur yang memiliki tagihan di bawah Rp100 juta. Pembayaran akan dilakukan dalam 12 bulan setelah homologasi tanpa harus melewati grace period.

Tri menuturkan pemaparan rencana perdamaian tersebut masih mendapat berbagai macam kritikan dari para kreditur. Mereka berpendapat debitur masih bisa memaksimalkan proyeksi bisnisnya agar pelunasan pembayaran menjadi semakin singkat.

Alhasil, imbuhnya, debitur mengusulkan adanya penundaan kewajiban pembayaran utang tetap selama 60 hari. Sesuai Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU, debitur mempunyai masa PKPU maksimal selama 270 hari.

 

DIDUKUNG KREDITUR

Tim pengurus melaporkan usulan perpanjangan dari debitur telah mendapatkan dukungan dari seluruh kreditur secara aklamasi. Kreditur masih bersedia memberikan kesempatan bagi debitur untuk melakukan revisi pada proposal perdamaiannya.

“Kreditur masih mau memberi nafas kepada debitur, sidang permusyawaratan majelis hakim pemutus akan dilaksanakan pada 14 Desember 2016,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama CPGT Leonard Stephen Jonathan berencana menambah kembali jumlah armadanya untuk mengoptimalkan lini usaha perusahaan. Adanya penambahan tersebut akan meningkatkan recovery rate terhadap tagihan kreditur separatis menjadi 40%.

“Kami optimistis bisa lancar melakukan pembayaran kepada kreditur karena masih percaya pada bisnis travel mempunyai prospek bagus,” kata Leonard beberapa waktu lalu.

CPGT akan memprioritaskan pembayaran terhadap kreditur konkuren terutama vendor yang mendukung kegiatan operasional perusahaan. Pihaknya berjanji akan melakukan pelunasan pembayaran dengan lebih cepat agar mereka bisa kembali mendukung kegiatan bisnis debitur.

Debitur merupakan bentuk perubahan manajemen baru dari PT Cipaganti Citra Graha Tbk. pada akhir 2014. Saat itu, terjadi perubahan pemegang saham mayoritas dan rebranding atas sejumlah layanan bisnisnya.

Dalam situs resmi debitur, Parallax Venture Partners VIII Ltd. mengambil alih 361.111.100 saham pada November 2014. Selanjutnya, Terra Investment Holding Ltd melakukan tender offer dan membeli 591.467.700 lembar saham milik masyarakat.

Penjualan CPGT oleh pemegang saham mayoritas, PT Cipaganti Global Corporindo, dilakukan setelah Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada mengalami masalah dengan para kreditur.

Koperasi dalam grup usaha Cipaganti itu diajukan PKPU dan akhirnya pailit. Sementara itu, pendiri Cipaganti Andianto Setiabudi harus mendekam di tahanan Polda Jawa Barat.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close