Hukum

CPGT Restrukturisasi Utang

BTN iklan

JAKARTA — Perusahaan transportasi PT Citra Maharlika Nusantara Corpora Tbk. harus merestrukturisasi utangnya lewat pengadilan setelah ditetapkan dalam masa PKPU sementara selama 45 hari.

Perusahaan yang dahulu bernama PT Cipaganti Citra Graha Tbk. ini kalah di pengadilan setelah majelis hakim mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan kantor hukum Armand Yapsunto Muharamsyah and Partner.

Majelis hakim menyatakan perusahaan berkode emiten CPGT tersebut memiliki utang yang belum dibayar dan telah jatuh tempo terhadap pemohon senilai Rp2 miliar. Majelis menolak eksepsi termohon yang menyatakan permohonan PKPU bersifat prematur.

“Mengabulkan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU ) yang diajukan oleh pemohon PKPU untuk seluruhnya,” katanya dalam putusan, Senin (31/10).

Sejalan dengan putusan kabul tersebut, majelis hakim juga menunjuk Tri Hartanto sebagai pengurus PKPU sementara CPGT.

Dalam pertimbangannya, Sumpeno mengatakan bukti-bukti yang diajukan pemohon telah memenuhi syarat pengajuan PKPU. Salah satunya yaitu utang jasa hukum termohon telah jatuh tempo dan dapat ditagih.

Selanjutnya, pemohon juga telah mengajukan empat kreditur lain. Mereka adalah PT Bank Bukopin Tbk., PT Bank Ganesha, PT Intan Pusaka Pratama dan PT Respon Indonesia.

Kuasa hukum pemohon Robie A. Haris dari kantor hukum Armand Yapsunto Muharamsyah and Partner menytakan puas dengan putusan hakim. “Meski nanti masih harus diverifikasi lagi oleh pengurus, tapi intinya semua bukti dari kami telah disetujui di persidangan,” katanya seusai persidangan.

Lagipula, lanjutnya, CPGT telah mengakui seluruh utang jasa legal sejak 2014 yang tidak dibayarkan dan dapat ditagih. Debitur juga telah mengakui adanya utang terhadap tiga dari empat kreditur lain yang diajukan.

Tercatat Bank Bukopin dan Bank Ganesha memiliki piutang senilai masing-masing Rp27,05 miliar dan Rp2,22 miliar kepada termohon.

Robie berujar kasus ini bermula ketika CPGT menggunakan jasa legal dari kantor hukum Armand Yapsunto Muharamsyah and Partner untuk mengeksekusi aksi korporasi sejak 2014. Sesuai proposal yang dikerjakan kliennya, total tagihan kantor hukum tersebut mencapai Rp2,2 miliar.

Akan tetapi, termohon baru menyicil sekali dengan nilai Rp200 juta. Sementara itu, sisanya belum dibayarkan hingga permohonan PKPU diajukan. Atas keterlambatan itu, termohon telah diberi surat peringatan atau somasi, tetapi tidak diindahkan.

SIAPKAN PROPOSAL

Sementara itu, kuasa hukum termohon Putu Bravo mengatakan pihaknya siap untuk menjalani putusan dan mempersiapkan proposal perdamaian.

Kendati begitu, pihaknya berharap segala sesuatu yang terkait dengan utang-piutang perusahaan dapat diselesaikan di luar persidangan.

“Kami sebenarnya ingin selesaikan masalah ini secara internal. Tetapi putusan dari majelis hakim sudah keluar, ya, kami mematuhi,” tuturnya.

Dia mengungkapkan masalah jumlah utang kreditur akan dibahas lebih lanjut dalam rapat verifikasi tagihan. Namun, pihaknya tetap menolak tagihan dari Bank Bukopin.

Menurutnya, tagihan Bank Bukopin telah salah alamat. Perusahaan berkode emiten BBKP itu seharusnya mengajukan tagihan ke Koperasi Cipaganti Karya Persada alih-alih CPGT.

“Tagihan itu kami tolak karena kami berbeda entitas dengan Koperasi Cipaganti. Dan majelis hakim telah menyetujui ini,” sebutnya. Putu berharap proses PKPU akan berakhir dengan perdamaian.

Koperasi Cipaganti sendiri kini berstatus pailit setelah perjanjian perdamaiannya dibatalkan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat sejak 28 September 2016. Koperasi Debitur dinilai telah gagal menjalankan klausul perjanjian yang telah disepakati.

Batalnya perdamaian lantaran tidak ada realisasi penyerahan dokumen aset membuktikan debitur tidak memiliki iktikad baik dan telah lalai menjalankan perjanjian perdamaian. Adapun, perjanjian perdamaian telah berlangsung selama dua tahun.

Sehubungan dengan putusan pailit, majelis hakim menunjuk Edward Aritonang, Kiagus Ahmad Bella, dan Tigor L. Manik sebagai tim kurator.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami