Internasional

Curiga Ada Rekayasa, Rusia Minta OPCW Selidiki Serangan Senjata Kimia di Douma

BTN iklan

NEW YORK (LEI) – Rusia mendesak Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk terjun langsung dan melakukan penyelidikan terkait laporan serangan senjata kimia di Kota Douma, Suriah. Moskow menuding laporan yang pertama kali dipublikasikan oleh kelompok White Helmets mengenai serangan tersebut adalah palsu dan merupakan rekayasa.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura juga mendesak digelarnya penyelidikan independen atas laporan serangan kimia tersebut. De Mistura juga meminta semua pihak untuk menahan diri, terutama setelah serangan rudal yang diduga dilakukan Amerika Serikat terhadap pangkalan udara T-4 Suriah menyusul laporan serangan kimia pada Sabtu tengah malam.

Diwartakan RT, Selasa (10/4/2018), Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia mengatakan bahwa “tidak ada keraguan” bahwa serangan senjata kimia di Douma adalah sebuah rekayasa. Nebenzia mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh mengenai insiden ini, yang harus dimulai dari asas praduga tak bersalah.

Dia mengatakan bahwa badan pengawas senjata kimia PBB, OPCW harus datang ke Suriah dan menyelidiki dugaan serangan senjata kimia di Suriah, secepatnya pada Selasa. Pasukan Rusia dan Suriah akan menyediakan perlintasan yang aman bagi para pemeriksa OPCW ke daerah yang diserang di Douma setelah mereka tiba di Damaskus.

Lebih lanjut, diplomat berusia 56 tahun itu mempertanyakan bukti dari kelompok White Helmets yang menurutnya mencurigakan. Nebenzia mengatakan, terlihat aneh bahwa sebuah bom dapat menghantam atap gedung dan kemudian jatuh di atas tempat tidur kayu tanpa merusaknya.

Sementara itu, militer Rusia menyatakan tidak menemukan adanya jejak senjata kimia setelah melakukan penyelidikan di bagian Kota Douma yang diduga diserang dengan senjata klorin yang mematikan. Kementerian Pertahanan Rusia menuduh White Helmets telah memalsukan foto-foto korban serangan senjata kimia yang mereka posting.

“Semua fakta ini menunjukkan bahwa tidak ada senjata kimia yang digunakan di Kota Douma, seperti yang diklaim oleh White Helmets,” demikian pernyataan dari Pusat Rekonsiliasi Rusia.

“Semua tuduhan yang dibawa oleh White Helmets, serta foto mereka yang diduga menunjukkan korban serangan kimia, tidak lebih dari sebuah berita palsu dan upaya untuk mengganggu gencatan senjata.” (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami