KesehatanLifestyle

Dampak Merokok Terhadap Kehamilan

BTN iklan

(LEI) – MEROKOK adalah salah satu fenomena abad kedua puluh ini, walaupun sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Di negara maju, kebiasaan merokok pada wanita di tempat umum jauh lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan di negara berkembang. Mengingat di daerah perkotaan kebiasaan merokok pada wanita mungkin dijadikan simbol modemisasi wanita dan diperkirakan kecenderungannya akan meningkat dari tahun ke tahun, rnaka masalah ini periu mendapat pernatian secara khusus. Banyak pula wanita yang menjadi perokok pasif karena kolega atau pasangannya merupakan perokok aktif.

Paparan asap rokok merupakan paparan asap yang dihirup oleh seseorang yang bukan perokok (perokok pasif). Asap rokok lebih berbahaya terhadap perokok pasif daripada perokok aktif. Paparan asap rokok yang ibu hamil hirup selama di rumah berasal dari suami ibu hamil yang berstatus sebagai perokok aktif. Asap rokok yang dihembuskan oleh perokok aktif dan terhirup oleh perokok pasif, lima kali lebih banyak mengandung karbon monoksida, empat kali lebih banyak mengandung tar dan nikotin.

Wanita yang terpapar asap rokok cenderung lebih sering mengalami gangguan pada kehamilannya karena kandungan zat kimia pada perokok pasif lebih tinggi dibandingkan perokok aktif. Merokok di ruangan tertutup akan meningkatkan konsentrasi partikel asap rokok sebagian diantaranya toksik (racun).Menurut penelitian asap rokok dapat tertinggal lama dalam suatu ruangan, toksin yang terkandung dari asap rokok melekat pada pakaian, tertinggal dalam ruangan, pintu dan perabotan yang ada di sekitarnya selama beberapa minggu dan bulan setelah digunakan untuk merokok. Pada saat pintu dan jendela dibuka atau kipas angin dinyalakan maka toksin akan kembali ke udara di sekitarnya.

Pada kehamilan khususnya pada trimester kedua terjadi proses penyempurnaan organ janin yang ada di dalam kandungan, jika gas-gas berbahaya dalam rokok dihirup oleh ibu hamil dan beredar ke pembuluh darah dapat menyebabkan pertumbuhan janin di dalam kandungan menjadi terganggu. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan terjadinya mutasi gen di dalam tubuh ibu hamil sehingga menimbulkan kelainan kongenital pada bayi. Jadi dalam penelitian ini seorang suami yang merokok di dalam rumah cenderung meningkatkan risiko terpaparnya asap rokok oleh ibu hamil, terutama pada tirmester 2, masa dimana terjadinya proses penyempurnaan organ sehingga jika terpapar asap rokok dapat mengakibatkan gangguan pada kehamilannya.

Jika ibu hamil merokok atau terpapar asap rokok ≥ 10 batang per hari, maka kemungkinan anaknya setelah lahir akan menderita asma dua kali lebih besar. Besarnya pengaruh paparan asap rokok pada ibu hamil sebagai penyebab terjadinya bayi berat lahir rendah. Penelitian menyebutkan bila ibu hamil terpapar asap rokok dari suami yang mengkonsumsi rokok antar 11-20 batang setiap hari berisiko 4,06 kali menyebabkan terjadinya bayi berat lahir rendah dibandingkan dengan tidak sama sekali menghisap rokok, bahkan meningkat 17,62 kali lebih berisiko bila terpapar asap rokok dari suami yang mengkonsumsi rokok >20 batang setiap harinya. Semakin banyak jumlah paparan asap rokok dari batang rokok yang di hisap maka semakin tinggi pula risiko ibu melahirkan bayi berat lahir rendah.

Dampak dari terpaparnya asap rokok pada saat hamil ialah bayi lahir dengan berat lahir rendah, kelahiran prematur, karena kandungan karbon monoksida dalam rokok yang dapat mengganggu kerja hemoglobin dalam mengikat oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh, sehingga janin dalam kandungan mengalami kekurangan oksigen dan nutrisi, memperparah asma dan alergi pada bayi juga sindrom kematian bayi mendadak.

Berdasarkan penelitian didapatkan 4000 senyawa kimia berbahaya yang terdapat pada asap tembakau ini diantaranya adalah nikotin, tar, sianida, benzene, cadmium, metanol, amonia dan arsenik. Apabila penggunaan rokok yang banyak dan konsentrasi asap rokok yang tinggi mengakibatkan kandungan yang berbahaya berkembang menjadi lebih banyak dua kali lipat. Seseorang yang terpapar asap rokok setiap hari akan meningkatkan konsentrasi asap rokok semakin tinggi dalam tubuh, ibu hamil yang terpapar asap rokok setiap hari akan meningkatkan risiko dua kali lipat bahaya pada kehamilannya. Pemaparan jangka panjang pada perokok pasif dapat menyebabkan perkembangan arteoskelosis atau penyempitan pembuluh darah.

Nah sudah tahu kan bahaya dari merokok dan asap rokok sendiri?ayo lindungi diri sendiri dan orang yang Anda cintai sobat sehat LEI!

dr. Naomi Chandradewi Manangka

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. Direct Generic Progesterone For Sale Tablet No Doctors Consult Buy Propecia Mastercard [url=//6drugs.com]generic cialis from india[/url] Achat Viagra Dapoxetine En Ligne 259

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × four =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami