Liputan

DEBITUR PAILIT: Kurator Buru Aset PT Saripari Pertiwi Abadi

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Tim kurator PT Saripari Pertiwi Abadi mulai memburu satu per satu aset milik debitur pailit dan mempersilakan kreditur separatis mempergunakan hak eksekusinya.

Salah satu kurator PT Saripari Pertiwi Abadi Rizky Dwinanto mengaku telah menerima salinan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan perjanjian perdamaian debitur. Permohonan kasasi yang diajukan debitur telah ditolak oleh Mahkamah Agung.

“Dengan demikian, kurator sudah mulai bisa mengumpulkan boedel pailit dan bagi kreditur separatis bisa menjalankan hak eksekusinya,” kata Rizky

Dia menjelaskan forum rapat kreditur telah memutuskan untuk menunda masa insolvensi hingga para pihak yakni tim kurator, debitur, maupun kreditur menerima salinan putusan kasasi tersebut. Dengan demikian, kurator bisa leluasa menjalankan kewenangannya.

Pihaknya mempersilakan kreditur pemegang hak jaminan kebendaan melakukan eksekusi sesuai Pasal 59 Undang-undang No. 37/2004 tentang Kepailitan. Kreditur separatis harus melaksanakan hak eksekusi dalam jangka waktu paling lambat 2 bulan setelah dimulainya keadaan insolvensi.

Menurutnya, proses peninjauan kembali atas renvoi procedure yang tengah diupayakan debitur terkait tagihan dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. tidak akan menghalangi proses pemberesan. Masa insolvensi tersebut ditetapkan dimulai pada 4 Agustus 2016.

Pihaknya melaporkan sejumlah aset yang diketahui telah diamankan. Sedikitnya terdapat 11 rig yang diinformasikan mempunyai hubungan kepemilikan dengan debitur, tetapi sembilan di antaranya bersinggungan dengan pihak ketiga.

Lahan di Tarakan yang dijaminkan debitur kepada Bank Danamon dilaporkan merupakan milik Manhattan Kalimantan Investment Pte Ltd. Lahan di Samarinda yang telah dijaminkan kepada PT BTMU-BRI Finance adalah milik penduduk lokal.

Rig di wilayah Jambi dan Palembang sebagian milik penduduk dan ada yang menjadi milik Petroselat Ltd. Adapun, lahan di Bituni Papua belum bisa dikonfirmasi karena kurator tidak mendapatkan pihak yang bisa dihubungi.

Kendala lain juga ditemukan di Samarinda dan Palembang. Pemilik lahan maupun pemberi jasa sewa alat rig mengklaim debitur belum menyelesaikan pembayaran.

Seluruh lahan yang dimiliki oleh pihak ketiga tersebut, lanjutnya, diminta untuk dikeluarkan dari boedel pailit. Mereka beralasan ingin menggunakan lahan tersebut guna keperluan pribadi.

Rizky menjelaskan lahan yang murni menjadi milik debitur yakni di Duri dan Minas. Tim kurator juga telah menempatkan tenaga keamanan pada kedua lokasi rig tersebut karena sering bersinggungan dengan para buruh.

Perlihatkan Lebih

135 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami