InternasionalLiputan

Delegasi PPI Asia – Oceania Pelajari Peluang Bisnis Taiwan

BTN iklan

Jakarta/Lei – Delegasi simposium Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Asia-Oceania mengunjungi Ruang Kreatifitas Anak Muda-Innosquare di New Taipei untuk mempelajari peluang bisnis di Taiwan.

Ketua PPI cabang Taiwan, Pitut Pramuji mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari Simposium PPI Asia-Oceania pada 23 Maret di Universitas Nasional Chengchi Taipei.

“Peluang untuk meningkatkan kerja sama di segala bidang semakin terbuka, apalagi sejak tahun 2016 Presiden baru Taiwan Tsai Ing-wen gencar mempromosikan Kebijakan Baru ke Arah Selatan,” ujar Pitut Pramuji dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Jumat.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi PPI Asia-Oceania mendapat penjelasan lankah-langkah mempercepat perkembangan dunia bisnis melalui pasar industri, peluang investasi, serta menemukan koneksi bisnis dengan cara yang paling efektif dan efisien.

Usai mendapat penjelasan tersebut beberapa mahasiswa Indonesia tertarik mengikuti program bimbingan yang dikelola oleh Innosquare tersebut.

“Harapannya bahwa ketika lulus nanti mereka bisa mempunyai kesempatan dan berhasil berwirausaha di Taiwan,” ucapnya, menjelaskan.

Selain mengunjungi Innosquare, para delegasi juga berkunjung ke Taman Fukedeng dan pabrik pembakaran limbah di Beitou untuk mempelajari upaya konservasi lingkungan di Taiwan.

Sebelum menjadi sarana hiburan, Taman Fudekeng dulunya merupakan lokasi penimbunan sampah yang kemudian beralih fungs menjadi taman rekreasi dan lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada tahun 2004.

Dalam kegiatan kunjungan tersebut turut hadir anggota Komisi VIII DPR-RI dari fraksi Partai Hanura Arief Suditomo.

Melihat majunya program pengolahan limbah dan upaya konservasi lingkungan di Taiwan membuat dirinya terkesan dan akan menjadikannya sebagai referensi pembangunan di Indonesia.

“Dari sini kita bisa melihat bagaimana keseriusan pemerintah dalam menangani masalah limbah sampah. Bagi saya sebagai kaum politisi, kunjungan kali ini bisa saya bawa sebagai referensi pada saat menyusun beberapa perubahan kebijakan demi kemajuan Indonesia ke arah lebih baik, khususnya mengenai penanggulangan masalah sampah,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Global Workers Organization Karen Hsu menilai bahwa interaksi dekat antara kaum muda Taiwan dan Indonesia sebenarnya merupakan dasar konkrit terbaik dalam menjalin kerja sama bilateral antarkedua negara.

Hal tersebut tentu akan sejalan dengan Kebijakan Baru ke Arah Selatan yang digalakkan Taiwan sehingga membuka lebih banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama antarkedua belah pihak negara.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami