EntertainmentLifestyle

Dengar Lawakan Nurbuat ‘Srimulat’ Kini ‘Hal yang Mustahil’

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Satu lagi personel Srimulat ‘dipanggil.’ Nurbuat, pelawak asal Malang, Jawa Timur meninggal pada Kamis (14/6) pukul 22.30 WIB. Tarzan, personel Srimulat yang lain membenarkan kabar itu saat dihubungi, Jumat (15/6).

“Iya, saya tahunya juga baru tadi pagi. Sakitnya tidak tahu, dengar-dengar pernah sesak napas,” ujarnya melalui pesan singkat di tengah kumandang takbir Hari Kemenangan.

Nurbuat membawa warna lawak khas bagi Srimulat. Pelawak yang sudah berkarier sejak usia 20 tahun itu ‘menggagas’ guyonan yang dikenal sampai sekarang: “hil yang mustahal.” Meski kemudian lontaran itu lebih kocak didengar saat rekannya, Asmuni yang memopulerkannya.

Nurbuat seakan ‘ditakdirkan’ menjadi pelawak. Lahir pada 1 April 1949, ia belajar melucu secara otodidak. Lingkungan sekitar membentuknya. Apalagi saat ia mengenal grup kesenian di Malang, Anoraga. Perlahan Nurbuat bisa bergabung, meski hanya dapat peran figuran.

Tak lama setelah mendapat peran-peran utama, Nurbuat pindah ke grup lawak lain. Ia belajar bermain ludruk di kelompok Wijaya Kusuma II, yang lebih besar dari Anoraga. Ia pun harus hijrah ke ibu kota Jawa Timur, Surabaya untuk berkiprah di grup itu.

Dari sana lah Nurbuat makin dikenal. Ia akhirnya bergabung dengan grup lawak fenomenal, Srimulat pada 1982. Ia pun berkibar. Apalagi ia kental dengan logat Jawa dan Madura.

Salah satu lawakannya yang terkenal, saat ia ditanya namanya. “Nurbuat,” jawabnya. Jika ada yang bertanya lebih lanjut, “Buat apa?” ia akan menjawab, “Buatukmu!”

Namun Nurbuat tak mengawal Srimulat sampai sekarang. Setelah bertemu pelawak Rohana yang kemudian menjadi istrinya dan berkiprah beberapa lama di grup lawak itu, ia memutuskan keluar. Sempat ia membuat grup lawak baru bernama Merdeka, namun tak juga sampai lama.

Kembalinya Nurbuat ditandai dengan bergabung dalam ludruk musikal ‘Kartolo Mbalelo’ di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki. Ia kembali bertemu seniman Kartolo di sana.

Nurbuat lantas lama tak terdengar kabarnya. Ia disebut menikmati akhir hidupnya di kediamannya di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Ia juga punya ladang burung. Meski di sela-sela itu, jika ada panggilan off air atau on air, Nurbuat masih mengiyakan.

Sang pelawak dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Harum, Jakarta Timur, Kamis malam. Menurut salah satu rekannya, Nurbuat sempat terjena paru-paru kronis beberapa waktu lalu.

Sebelum Nurbuat, sudah ada beberapa personel Srimulat yang lebih dulu ‘dipanggil.’ Pak Bendot, Asmuni, Timbul, Mamiek, Djujuk Djuariah, Eko DJ, dan Gogon mendahului Nurbuat. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close