BTN iklan
Internasional

Dewan Keamanan PBB Akan Gelar Pertemuan Bahas Kekerasan di Perbatasan Gaza

NEW YORK (LEI) – Dewan Keamanan PBB berencana untuk melakukan pertemuan pada Selasa untuk membahas kekerasan di sepanjang perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza yang menewaskan puluhan demonstran Palestina. Insiden itu merupakan kekerasan paling mematikan yang terjadi di sana sejak Perang 2014.

Sedikitnya 59 demonstran Palestina terbunuh dan lebih dari 2.700 lainnya mengalami luka-luka selama demonstrasi massal Kepulangan Besar di perbatasan Gaza-Israel pada Senin. Demonstrasi itu bertepatan dengan acara pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem.

Israel dan Amerika Serikat menuding Hamas sebagai aktor yang mendorong terjadinya kerusuhan mengatakan bahwa militan kelompok itu berusaha melakukan serangan dengan memanfaatkan demonstrasi.

Belum jelas apa yang akan dihasilkan dari pertemuan Dewan Keamanan yang diminta digelar oleh Kuwait itu.

ITV Selasa (15/5/2018) melaporkan, sampai saat ini belum ada pernyataan bersama atau tindakan yang dilakukan seperti pada pertemuan serupa yang digelar setelah demonstrasi pada Maret. Dua diplomat PBB mengatakan, para anggota Dewan Keamanan tidak dapat mencapai suara bulat untuk mengeluarkan pernyataan yang diedarkan oleh Kuwait.

Naskah pernyataan yang diperoleh Associated Press akan menunjukkan “kemarahan dan kesedihan” atas pembunuhan para demonstran, mengupayakan penyelidikan yang “transparan dan independen” dan meminta semua pihak untuk menahan diri.

Pernyataan itu juga akan menuntut semua negara mematuhi resolusi Dewan Keamanan yang telah lama meminta agar negara-negara tidak menempatkan kedutaan di Yerusalem yang diperebutkan.

Amerika Serikat yang baru saja meresmikan kedutaannya di Yerusalem pada Senin memveto resolusi Dewan Keamanan pada Desember yang mendesak Presiden Donald Trump untuk menarik pengakuannya bahwa Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Sebelumnya pada Senin, utusan Palestina untuk PBB mendesak Dewan Keamanan untuk mengutuk “pembantaian” demonstran di perbatasan Gaza itu. Sementara Israel menyerukan Dewan Keamanan untuk mengutuk Hamas, kelompok yang mengontrol Gaza dan memimpin demonstrasi.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin dengan perkembangan yang terjadi di Gaza. Juru bicara Guterres menegaskan bahwa dia meminta semua pihak untuk menahan diri.

“Dengan ketegangan yang tinggi dan demonstrasi yang diperkirakan akan digelar dalam beberapa hari mendatang, sangat penting bahwa semua orang menunjukkan pengendalian untuk menghindari hilangnya lebih banyak nyawa,” kata Wakil Juru Bicara Farhan Haq. (detik)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close