InternasionalTraveling

Dibalik Perburuan “Susu” Yuliet di Verona

Oleh Theo Yusuf dari Itali

BTN iklan

VERONA, LEI – Ratusan orang bergegas hari Kamis, 30 Januari, pukul 16,30 waktu Itali, menyusuri jalan Chiesa San Farmo di Verona, bagian selatan Itali. Mereka bukan hanya ingin melihat replika puteri Yuliet yang terbuat dari tembaga berwarna emas itu. Tetapi ingin sekali meraba bahkan memeras puting “susu” patung bisu Yuliet tersebut.

Ratusan orang ngantri ingin memeluk dan meremas susu patung Yuliet

Para pengunjung dari berbagai negara, termasuk wisatawan dari Indonesia, sebagian percaya jika dapat meremas susunya Yuliet akan dapat keberuntungan, termasuk mendapatkan keharmonisan dalam rumah tangganya.

Cerita itu adalah fiksi, tetapi oleh para pengunjung diimani seolah cerita yang di gambarkan oleh pujangga Perancis, Pierre Baislean sekitar tahun 1531 M dan di gubah oleh Shakespeare, sastrawan Inggris tahun 1590-an, benar adanya. “ Yuliet adalah gadis yang masih ranum, 17 tahun, sementara Romeo, lebih tua karena sebelum jumpa dengan Yuliet, ia termasuk putus cinta dengan kekasihnya, kata penutur cerita itu, Leo Kawilarang di Verona, pekan lalu.

Salah satu wisman yang sudah bisa memeluk patung yuliet

Mengapa cinta fiksi Yuliet dan Romeo menarik dari dulu hingga kini, kata Leo yang juga pemandu wisata Indonesia itu, karena cerita itu belum berakhir dan belum sempurna.

Belum sempurna karena keduanya tidak jadi kawin, sementara belum berakhir karena cerita seperti itu bisa hanya fiksi tetapi juga bisa kenyataan.

Kedua orang itu dari keluarga yang berbeda, Yuliet dari keluarga Capulet, sementara Romeo dari Mounutage, dua-duanya dari keluarga terpandang dan selalu bersaing.

Orang tua Yuliet tidak setuju Yuliet kawin dengan Romeo, karena ia sudah di jodohkan dengan Valia Paris. Namun Yuliet tetap mencintai pilihannya meski kedua orang tua baik Yuliet maupun Romeo tidak setuju.

Singkat cerita, dua orang itu tidak sampai melakuka perkawinan, hanya sampai percintaan. Saat Yuliet minum obat hingga siuman, warga setempat mengabarkan Yuliet sudah meninggal, kabar itu sampai ke telinga Romeo. Kecintaan Romeo begitu dalam, tatkala melihat pacarnya siuman, seolah telah meninggal, akhirnya Romeo pun ikut bunuh diri.

Dan setelah Yuliet terbangun dari “sakit”nya, disampingnya sudah ada Romeo yang tak bernafas lagi, akhirnya Yuliet pun ikut bunuh diri dan mati bersama Romeo.

Kisah pilu itu tentu tidak baik untuk dicontoh, utamanya mereka yang percaya bahwa meremas replika susu Yuliet akan dapat keberuntungan. Bagi orang yang taat beragama, juga tidak baik mengimani fiksi itu karena bunuh diri, membongi orang tua, adalah perbuatan yang tidak baik untuk di contoh.

Yuliet siuman, hanya ingin menolak atau membohongi orang tua Yuliet karena tak mau di jodohkan, sementara Romeo tetap nekat meski orang tuanya tak setuju kawin dengan Yuliet.

Cerita fiksi itulah yang hingga kini hidup, bahkan dapat menghidupi para pedagang di sekitar rumah Yuliet yang hingga kini masih terjaga rapi karena sebagai distinasi wisata selain Gereja Roma dan Menara Piza.

Mudah-mudahan cerita fiksi yang melegenda dan mampu menghipnotis banyak orang hingga mendatangkan wisatawan dari mancanegara, dapat diciptakan oleh pujangga Indonesia. Semoga. @ theo

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami