BTN iklan
Liputan

Dikira Alami Penganiayaan, Ternyata Ratna Sarumpaet hanya Operasi Plastik

JAKARTA, (LEI) – Sempat menghebohkan jejaring sosial, dugaan Ratna Sarumpaet dipukuli oleh oknum tertentu menjadi viral. Bahkan topik Ratna Sarumpaet sempat trending di Twitter.

Makin heboh lagi setelah Fadli Zon, Sandiaga ikut-ikutan bereaksi atas dugaan penganiayaan Ratna. Bahkan Prabowo langsung menggelar konferensi pers melalui saluran televisi nasional.

Jajaran Polda Jawa Barat memastikan, tidak ada tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan terhadap aktivis sosial Ratna Sarumpaet di wilayahnya. Polisi memiliki sejumlah bukti terkait hal itu.

“Tidak ditemukan bukti-bukti kejadian 170 jo 351 (penganiayaan secara bersama-sama) dengan korban RS (Ratna Sarumpaet) di Jabar,” ujar Direktur Reskrimum Polda Jawa Barat Kombes Umar Surya Fana.

Umar menuturkan, pihaknya langsung menyelidiki informasi penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang sempat viral di media sosial. Polisi langsung mengecek sejumlah rumah sakit di Bandung dan sekitarnya.

Dari total 26 rumah sakit di Bandung dan delapan di Cimahi yang ditelusuri, polisi tidak menemukan adanya pasien bernama Ratna Sarumpaet pernah dirawat di sana.

Berdasarkan pengakuan pihak Ratna, dia dianiaya orang tak dikenal di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung pada 21 September 2018. Dia kala itu baru pulang bersama rekannya dari Sri Lanka dan Malaysia setelah mengikuti konferensi internasional.

Umar memastikan, pihaknya tidak menemukan jejak keberadaan Ratna Sarumpaet di Bandung pada rentang waktu 20-24 September 2018. Namanya juga tidak terdaftar dalam manifestasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.

“Kemudian tanggal 20-24 (September) tidak ada kegiatan internasional yang melibatkan orang asing di Bandung. Kemudian CCTV di sepanjang bandara juga tidak pernah ada atau terlihat ibu itu,” ucap Umar.

Ratna Angkat Bicara

Ratna Sarumpaet akhirnya angkat bicara soal heboh kabar dianiaya. Ratna mengakui, pada 21 September 2018, dia sebenarnya menemui dokter bedah plastik di Jakarta.

“Tanggal 21 saya mendatangi RS khusus bedah, menemui dr Sidiq ahli bedah plastik. Kedatangan saya karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak di pipi,” kata Ratna dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Ratna membantah dianiaya. Hal itu awalnya dia sampaikan kepada anaknya.

“Apa yang saya katakan ini akan menyanggah terjadinya penganiayaan,” ucapnya.

Pernyataan Ratna ini mematahkan kabar bahwa dia dianiaya di Bandung pada 21 September 2018. Polisi sebelumnya juga sudah menyatakan Ratna ke RS Bina Estetika di Jakarta pada 21 September, bukan di Bandung.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close