HukumLiputan

Din Syamsudin bersuara, KAMI(Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) disebut Barisan Sakit Hati.

Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) disebut sebagai barisan 'sakit hati' yang kalah pada Pilpres 2019 lalu.Deklarator KAMI, Din Syamsuddin menyebut, terlepas menang atau kalah, kaum cendekiawan sejati akan bersuara bila melihat kebobrokan yang sedang terjadi.

BTN iklan

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin; mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, Gatot Nurmantyo; dan sejumlah tokoh lain mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Deklarasi berlangsung di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Deklarasi ini juga dihadiri mantan politikus Golkar, Ichsanuddin Noorsy; eks politikus Partai Persatuan Pembangunan, Ahmad Yani; ahli hukum Refly Harun; dan mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Said Didu. Ada juga mantan Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli; mantan Menteri Kehutanan, M.S. Ka’ban; Ketua Umum Front Pembela Islam Sobri Lubis; dan mantan juru bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid, Adhie Massardi.

Ketua Komite KAMI, Ahmad Yani, menyebutkan perkumpulan ini merupakan gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen. Ia mengklaim KAMI berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. “KAMI berjuang dengan melakukan berbagai cara sesuai dengan konstitusi, baik melalui edukasi, advokasi, maupun cara pengawasan sosial, politik moral, serta aksi-aksi dialogis, persuasif, dan efektif,”

“Mau kalah atau menang pada Pilpres, kaum cendekiawan sejati kalau melihat kebobrokan pasti bersuara,” kata Din kepada tim redaksi, Rabu (19/8/2020).

Mantan ketum PP Muhammadiyah itu berujar, sebaiknya para pihak yang mengkritik KAMI tidak melenceng dari substansi.

“Sebaiknya tanggapi isi atau substansi. Apakah yang disuarakan KAMI itu benar atau salah. Jangan karena tidak mampu menanggapi kemudian isu dialihkan,” ucapnya.

Din juga menanggapi soal KAMI yang disebut manuver politik berbungkus moral. Dia bilang, KAMI gerakan moral yang juga mempersoalkan moralitas politik.

“Gerakan moral itu berdimensi dan berimplikasi politik karena juga mempersoalkan moralitas politik. Pendekatan politik dari sebuah Gerakan Moral adalah politik moral,” pungkasnya.

Sebelumnya, Politikus PKB Abdul Kadir Karding menilai, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merupakan koalisi orang-orang yang kalah pada Pilpres 2019 lalu. Sebab, deklaratornya sebagian besar orang-orang yang berada di pihak lawan pemerintah terpilih.

“Pendeklarasian KAMI dapat dimaknai sebagai koalisi orang-orang yang kalah dalam Pilpres. Karena kalau melihat daftar nama sebagian besar adalah orang-orang yang kecewa ketika Pilpres terdahulu,” ujar Karding kepada wartawan, Selasa (18/8).

Sumber: Tempo.co

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami