LifestyleLiputanNasionalTraveling

DIRJEN: Bandara Bintan Baru Segera Dipublikasikan

BTN iklan

JAKARTA, 23/3 (LEI) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso meminta Bandara Bintan Baru untuk segera dipublikasikan ke dunia internasional.

Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, meminta pengelola bandara harus proaktif untuk menggandeng maskapai-maskapai nasional dan internasional yang mempunyai kemungkinan melakukan operasi di Bandara Bintan Baru tersebut.

“Semakin awal dipublikasikan, akan semakin baik karena dengan demikian jaringan bisnis-nya sudah terbentuk jauh-jauh hari. Selain itu yang penting adalah koordinasi dalam mendukung keselamatan penerbangan juga sudah bisa tersosialisasikan dengan baik,” ujarnya.

Agus menyatakan dirinya sudah lama menganjurkan kepada operator untuk secara berkala melakukan koordinasi baik antara operator dengan regulator maupun antar operator sendiri seperti yang besok dilaksanakan oleh PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara ini nantinya, untuk melakukan pertemuan dengan para maskapai-maskapai penerbangan nasional dan internasional yang potensial membuka penerbangan ke bandara ini.

Sementara itu, terkait pengelolaan keselamatan dan operasi penerbangan, terutama masalah navigasi penerbangan, diputuskan bahwa pengelolaan ruang udara APP di atas bandara ini akan dikelola oleh AirNav cabang Tanjung Pinang di Bandara Raja Haji Fisabilillah.

Namun demikian Bandara Bintan Baru akan mempunyai ADC secara independen, sama seperti Bandara Raja Haji Fisabilillah dan Bandara Hang Nadim di Batam yang letaknya berdekatan.

Di kawasan tersebut nantinya akan ada tiga landasan pacu yang sejajar dari Timur ke Barat, yaitu landasan Randara Raja Haji Fisabilillah, landasan Bintan Baru dan runway Bandara Hang Nadim di Batam.

Dia menambahkan jarak antar landasan itu hanya sekitar 25 kilometer.

“Jadi harus ada koordinasi dengan bandara lain jika ada pesawat yang lepas landas di satu bandara. Untuk meningkatkan keselamatan penerbangan, sudah kami putuskan bahwa untuk pengelolaan navigasi penerbangannya di tingkat APP akan dikelola oleh AirNav cabang Tanjung Pinang. Namun AirNav cabang masing-masing bandara bisa mengelola navigasi secara independen di tingkat ADC yang lebih bawah,” kata Agus.

Menurut dia, keberadaan bandara ini sangat bagus untuk menunjang pariwisata di kawasan Bintan terutama daerah barat yang sudah dikembangkan menjadi kawasan pariwisata internasional.

Bandara baru tersebut sudah mendapat izin prinsip dari Dirjen Perhubungan Udara dan izin Penetapan Lokasi dari Menteri Perhubungan. Saat ini sedang diurus Izin Mendirikan Bangunan Bandar Udara (IMBB). Segera setelah IMBB didapat, infrastruktur bandara baik dari sisi darat maupun udara sudah bisa dibangun.

“Nanti kalau infrastruktur sudah jadi, akan kita lakukan “validation approve” dan kemudian kita terbitkan dalam AIP yang kemudian akan dipublikasikan secara internasional. Dengan demikian keberadaan bandara akan bisa diketahui oleh dunia penerbangan internasional,” ujarnya.

Bandara Bintan baru yang akan dikelola oleh inisiator swasta bersama PT Angkasa Pura 2 ini merupakan satu-satunya bandara yang dibangun oleh pihak swasta.

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang mendorong pihak swasta untuk turut membangun sarana-sarana konektivitas transportasi, termasuk transportasi udara.

Bandara baru ini akan mempunyai panjang landasan pacu 3.500 meter, sehingga bisa melayani operasional pesawat-pesawat berbadan lebar langsung dari mancanegara.

Selain untuk melayani penerbangan wisata domestik dan internasional, bandara tersebut juga diproyeksikan untuk melayani penerbangan pesawat-pesawat yang akan dirawat.

Karena di kawasan sekitar bandara juga akan dikembangkan aerospace park di mana akan ada banyak perusahaan perawatan pesawat atau “Maintenance Repair and Overhaul” (MRO) yang beroperasi.

Sebagai catatan saat ini salah satu dari tiga bandara yang akan dikoordinasikan APP-nya oleh bandara Tanjung Pinang tersebut diantaranya saat ini di Bandara Batam tiap harinya ada sekitar 140 pergerakan pesawat terbang dan dalam setahunnya ada 6,3 juta penumpang yang diangkut pada 2017. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close