BTN ads
Internasional

DISPERINDAGKOP Bantul Kaji Rencana Pembangunan Mal

Bantul-LEI Dinas Perindusrian Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan kajian mengenai rencana pembangunan mal di daerah ini seperti yang telah diwacanakan Bupati Suharsono.

“Terkait mal itu baru kita telaah sambil mengumpulkan data, rencananya minggu depan (rencana pembangunan mal) akan dibahas tiga instansi terkait,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Sulistyanto di Bantul, Senin.

Bupati Bantul, Suharsono sebelumnya mewacanakan pembangunan mal yang dilengkapi dengan hotel berbintang dengan lokasi wilayah Bantul yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta. Rencana ini digulirkan untuk mendukung pembangunan perekonomian Bantul.

Ia mengatakan, instansinya yang juga menangani masalah pertumbuhan ekonomi ini juga belum dapat penjelasan dari bupati terkait realisasi tersebut, meski begitu pihaknya segera melakukan kajian sesuai bidangnya.

“Kalau kita (Disperindagkop) hanya memberikan kajian toko modern seperti apa, pasar modern mal itu seperti apa. Dari kita hanya seperti itu, kalau soal perizinan yang lain-lain dari Dinas Perizinan,” katanya.

Menurut dia, pendirian toko modern di Bantul sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) terkat, dalam regulasi tersebut menyatakan bahwa pembangunan toko modern minimal berjarak tiga kilomer dari pasar tradisional supaya tidak mematikan pedagang pasar.

“Di situ (perda) mengatur, bahwa toko jejaring jaraknya dengan pasar tradisional minimal tiga kilometer, kemudian termasuk kuota jumlah toko modern per kecamatan. Makanya nanti kita telaah dulu, apakah arahnya pasar modern atau hipermart,” katanya.

Meski demikan, kata dia, telaah terhadap rencana pembangunan mal di Bantul tidak sampai pada jenis barang yang diperdagangkan juga sasaran konsumen, sebab urusan tersebut sudah diserahkan ke pihak investor yang berniat bangun mal itu.

Sebelumnya, Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, rencana pembangunan mal bertujuan untuk menghidupkan perekonomian Bantul serta meningkatkan kunjungan wisatawan, mengingat saat ini di Bantul belum terdapat pusat perbelanjaan dengan hotel berbintang itu.

“Saya mau menghidupkan perekonomian Bantul, saya tidak mungkin membangun mal di tengah-tengah Bantul, namun di wilayah perbatasan. Kami juga memperhatikan keinginan warga, kalau warga tidak setuju saya tidak akan lanjutkan,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close