InternasionalTekno

Dituding Mata-matai UEA, Warga Australia Dibui 5 Tahun

BTN iklan

SYDNEY (LEI) – Seorang pria Australia dijatuhi hukuman lima tahun penjara di lembaga pemasyarakatan yang terkenal paling kejam di Uni Emirat Arab (UEA) setelah dinyatakan bersalah melakukan kegiatan mata-mata alias spionase.

Naim Aziz Abbas ditangkap di Dubai pada Oktober 2017. Ia dituduh menyerahkan rahasia ke Qatar dan telah ditahan di fasilitas penjara Al Wathba di luar Abu Dhabi.

Dikutip dari laman ABC News, Kamis (20/12/2018), kerabat dari mantan sopir kereta Sydney, New South Wales ini mengatakan pengadilan UEA menjatuhkan hukuman penjara lima tahun bagi pria berusia 65 tahun itu dan memerintahkan membayar denda setara dengan hampir 2.000 dolar atau sekitar Rp22 juta.

“Ini benar-benar tidak adil,” kata saudara lelakinya, Abbas Adil usai menerima berita tentang hukuman yang dijatuhkan kepada saudaranya dari pengacaranya di UAE.

“(Kami) butuh campur tangan pemerintah Australia karena dia tidak bersalah,” timpalnya lagi.

Bulan lalu, warga negara Australia kelahiran Irak itu mengajukan permohonan yang bernada emosional kepada Perdana Menteri Scott Morrison untuk membebaskannya dari penjara.

“Tolong, tolong karena saya telah dituduh melakukan sesuatu yang belum saya lakukan, tidak ada bukti sama sekali, tidak ada saksi sama sekali,” kata Abbas dalam sebuah rekaman.

“Saya berharap Perdana Menteri Australia, Menteri Luar Negeri Australia melakukan segala kemungkinan untuk menyelamatkan saya dari situasi ini,” ujar Abbas.

Kasus Abbas dianggap sangat sensitif karena ketegangan politik dan militer antara UAE dan Qatar telah meningkat selama setahun terakhir, di mana UAE terus menuduh Qatar mendukung terorisme.

Departemen Luar Negeri Australia hingga kini belum menanggapi hukuman Abbas, tetapi pada bulan November lalu, seorang juru bicara mengatakan bahwa seorang pejabat konsuler telah memberikan bantuan kepada Naim Aziz Abbas, termasuk berkomunikasi dengan keluarganya di Australia. (OKEZONE)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami