BTN iklan
Internasional

Dituduh Curi Rahasia Penerbangan Amerika, Pria Asal Cina Ditangkap

(LEI)-Departemen Kehakiman AS melancarkan tuduhan spionase terhadap seorang perwira intelijen Cina, bernama Yanjun Xu dicurigai mencoba mencuri rahasia dagang dari perusahaan penerbangan dan kedirgantaraan AS.

Tapi Xu akhirnya berhasil diringkus di Belgia pada awal tahun ini dan telah diekstradisi ke AS pada Selasa lalu.

Akan tetapi, Beijing menolak sangkaan spionase yang ditujukan ke pejabatnya. Sebab tak ada dasar yang kuat membuktikan tudingan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina bahkan berharap AS akan melindungi hak-hak hukum warganya.

Merespon kasus ini, seorang pejabat senior di Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa aksi spionase ini merupakan “bagian dari kebijakan untuk mengembangkan perekonomian Cina atas pengenaan bea yang diberlakukan AS”.

“Kami tidak bisa mentoleransi bangsa yang mencuri senjata kami dan hasil dari kerja keras kami,” kata Asisten Jaksa Agung untuk Keamanan Nasional, John Demers.

Sementara itu, menurut Jaksa Penuntut AS, Xu merupakan seorang perwira senior di Kementerian Keamanan Cina. Dia bertanggung jawab atas kontra-intelijen, intelijen asing, dan keamanan politik.

Xu juga diketahui telah ditahan di Belgia pada 1 April lalu atas permintaan AS dan kemudian didakwa atas empat tuduhan, yakni berkonspirasi melakukan spionase ekonomi dan mencoba mencuri rahasia dagang.

Dakwaan itu pun telah dibuka pada Rabu lalu setelah terduga berhasil diekstradisi. Pada 2013 lalu, Jaksa juga pernah mendakwa Xu menargetkan perusahaan penerbangan terkemuka untuk mendapatkan informasi teknis yang sangat sensitif.

Xu disebut mengundang rekannya untuk berkunjung ke Cina dengan alasan “pertukaran gagasan” atau dengan kedok memberikan presentasi di sebuah universitas.

Tapi target operasi dari Xu disinyalir adalah perusahaan raksasa mesin pesawat yang berbasis di Ohio, GE Aviation.

Atas kasus konspirasi dan upaya spionase ini, Xu terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara. Sementara untuk konspirasi untuk melakukan pencurian rahasia dagang ancaman hukumannya 10 tahun.

Tudingan ini sendiri mencuat di saat ketegangan tengah bergejolak antara AS dan Cina. Kedua negara ini telah terlibat dalam perang dagang dan Presiden Trump menuduh Beijing mencoba ikut campur dalam pemilihan yang akan datang.

Dalam pidato pekan lalu pula, Wakil Presiden AS Mike Pence menuding Beijing mengarahkan “para birokrat dan pebisnisnya untuk mendapatkan kekayaan intelektual yang dimiliki Amerika dengan cara apapun yang dibutuhkan”. (jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close