HukumLiputanNasional

Divestasi PT Freeport Masih Lemah Di Mata Hukum

BTN iklan

JAKARTA(LEI)- Walaupun telah mencapai langkah baru, kekuatan Perjanjian Pendahuluan (Head of Agreement/HoA) terkait Pokok-pokok Perjanjian Divestasi Saham PT Freeport Indonesia oleh pemerintah masih lemah di mata hukum.

“HoA adalah Nota Kesepahaman saja atau bahasa hukumnya Perjanjian Pendahuluan. Ini merupakan kesepakatan awal untuk menuju perjanjian berikutnya,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEB) Bisman Bhaktiar.

pemerintah belum bisa mengklaim telah mengambil alih 51 persen saham anak perusahaan dari Freeport-McMoran itu.

Menurut Bisman, nilai kesepakatan transaksi penjualan saham juga bisa berubah dari yang diperjanjikan dalam HoA. Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebutkan nilai penjualan saham Freeport-McMoran dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia mencapai US$3,85 miliar.

Dari sisi negosiasi, upaya pemerintah patut diapresiasi karena penandatangan HoA merupakan suatu kemajuan.

Hanya Bisman sangat menyayangkan pemerintah yang telah memberikan jaminan keberlanjutan program dan perpanjangan operasional Freeport Indonesia hingga 2041 kepada Freeport-McMoran. Karenanya, Bisman menilai kesepakatan antara keduanya tidak adil.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close