Hukum

Djan Mengaku Tak Bicarakan Politik dengan Novanto di Rutan KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Djan Faridz, mengaku menjenguk Setya Novanto di Rumah Tahanan (Rutan) KPK bukan untuk membahas soal urusan politik jelang pilpres 2019.

“Enggak, masa ngomongin poliitik [kan] beda partai,” kata Djan setibanya di KPK, Jakarta, Selasa (27/2/2018.

Djan mengaku sengaja datang ke KPK karena kangan ingin bertemu dengan terdakwa perkara korupsi e-KTP senilai Rp 5,9 trilyun yang merugikan keuangan negara sebsar Rp 2,3 trilyun lebih itu.

Novanto saat ini mendekam di Rutan KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka. Kini dia sedang menghadapi perkaranya yang sedang bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Setya Novanto melakukan korupsi e-KTP secara bersama-sama yakni dengan dua pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto.

Novanto juga melakukan perbuatan ini beserta pihak lainnya adalah Andi Agustinus alias Andi Narogong, Anang Sugiana Sudihardjo, Isnu Edhi Wijaya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, Diah Anggraeni, dan Drajat Wisnu Setyawan.

Novanto melakukan perbuatan melawan hukum dalam proyek senilai Rp 5,9 trilyun ini untuk menguntungkan diri sendir atau orang lain atau korporasi sehingga merugikan keuangan negara Rp 2,3 trilyun.

Menurut jaksa, Novanto meminta fee proyek sebesar 5% untuk anggota DPR. Jika tidak dipenuhi, ia tidak mau membantu pengurusan anggaran e-KTP. Para pengusaha yang tergabung dalam konsorsium akan memberikan fee tersebut kepada Novanto dan anggota DPR lainnya.

Jaksa penuntut umum KPK mendakwa Novanto melanggar dakwaan pertama yakni Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau, melanggar dakwaan kedua, yakni Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami