Event

DKI dilanda Banjir pasca Covid-19

BTN iklan

LEI, Jakarta– Kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, kembali diterjang banjir sejak Senin (5/10/2020) pukul 01.00 dini hari. Ketinggian air mencapai 175 cm. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Jakarta sejak Minggu (4/10/2020) malam, ditambah air dari kawasan Depok dan Jakarta Selatan. Hal tersebut dibenarkan Lurah Kampung Melayu, Setiawan saat dihubungi. “Jam 10 malam di pintu air Depok sudah siaga tiga. Belum lagi hujan lokal, air kiriman dari Jakarta Selatan,” kata dia.

Sebanyak lima RW, yakni 4, 5, 6, 7, dan 8 terkena dampak banjir. Data yang diterima LEI, RW yang paling parah terkena banjir, yakni RW 7 dan 8. Sebanyak 11 RT terendam banjir di dua RW tersebut. Sebanyak 402 kepala keluarga dengan total 1.264 jiwa terkena dampak banjir. Namun, warga tak memilih mengungsi. Warga tetap berada di lantai dua rumah masing-masing sambil menunggu surut. Perlahan air di lokasi mulai surut. Tercatat sejak pukul 09.30 WIB, ketinggian air mulai menurun 10 cm sampai 120 cm di masing-masing RT. “Semakin lama semakin surut, siang ini sudah semakin surut,” ucap dia.

Pada masa pandemi dan sudah memasuki musim penghujan pemerintah kecolongan dalam pengawasan atau antisipasi banjir dibual Oktober ini.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengatakan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat sudah melakukan berbagai antisipasi untuk mengatasi banjir. Antisipasi tersebut berupa pengecekan seperti pompa dan saluran air. Selain itu, dilakukan pula pengerukan lumpur di beberapa titik. Pihaknya juga menyiapkan posko yang bisa digunakan untuk koordinasi bagi seluruh petugas dan dinas terkait.
“Yang penting pompa airnya enggak ada masalah. Bina Marga sudah oke. SDA sedang nguras-nguras, banyak yang dikuras,” ujar Irwandi kepada Kompas.com, Kamis (1/10/2020). Persiapan lain yang dilakukan yakni mengkaji lokasi pengungsian baru bagi warga korban banjir.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, saat pandemi, tenda pengungsian banjir akan didirikan dalam jumlah banyak. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat yang terdampak banjir tidak berkerumun dalam satu tenda dan tetap bisa menjalankan protokol kesehatan. Karena itu, menurut Anies, jumlah tempat pengungsian rencananya akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat. Untuk itu, Pemerintah Kota Jakarta Pusat juga tengah mengkaji titik-titik pengungsian lain yang bisa digunakan. “Berarti kan harus nyari dua kali lipat dari tempat biasa. Prinsipnya kan gitu. Kalau dulu misalnya di GOR cukup, berarti kalau kemarin satu GOR, sekarang harus dua GOR,” kata Irwandi.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, Pemerintah DKI Jakarta tengah menyiapkan prosedur berbeda terkait pengungsian korban banjir selama pandemi Covid-19.
Menurut Kapusdatin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf, jumlah tempat pengungsian masyarakat terdampak banjir rencananya akan ditingkatkan hingga dua kali lipat. Guna merealisasikan rencana tersebut, saat ini Pemerintah sedang menyiapkan Instruksi Gubernur. Menurutnya, penanganan pengungsi selama pandemi Covid-19 akan berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, masyarakat tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti saling menjaga jarak dan menggunakan masker selama berada di lokasi pengungsian.

 

Kontributor: Dwitya Yonathan

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami