Nasional

DLH: Peningkatan Sampah Mencapai 600 Ton

BTN iklan

Mataram, 27/12 (Antara)- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Irwan Rahadi menyebutkan, akibat penutupan akses jalan ke Tempat Pebuangan Akhir Kebon Kongok, terjadi peningkatan volume sampah hingga 600 ton.

“600 ton peningkatan volume sampah itu karena kebijakan kita menyetop aktivitas pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok selama dua hari, atau saat terjadi pemblokiran akses jalan oleh warga setempat,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

Namun demikian, lanjutnya, setelah proses negosiasi dengan warga didua desa yakni Desa Banyumulek dan Sukamakmur selesai akhir pekan lalu, proses pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA kembali normal dengan volume sekitar 1.400 meter kubik per hari..

Dikatakan, sampah sebanyak 600 ton tersebut sudah tertangani secara bertahap, meskipun diakui masih ada sisanya yang saat ini sedang dilakukan proses penanganan.

“Kita akui masih banyak sampah yang mengendap yang harus kita tangani setelah adanya penutupan akses jalan ke TPA,” ujarnya.

Menyinggung tentang pemberian dana kompensasi untuk dua desa itu agar akses jalan bisa terus dibuka, Irwan mengatakan, pemerintah kota telah memberikan dana kompensasi sebesar Rp25 juta sebagai bentuk perhatian pemerintah kota terhadap warga di sekitar TPA.

“Pada prisipnya, kita bisa pahami apa yang menjadi tuntutan mereka hingga menutup akses jalan agar tuntutan mereka bisa dipenuhi,” ujarnya.

Sebelumnya, akhir pekan lalu Pemerintah Kota Mataram menyetop sementara pengangkutan sampah ke TPA Kebon Kongok, selama dua hari hingga adanya solusi terhadap tuntutan kompensasi bagi warga didua desa yakni Desa Banyumulek dan Sukamakmur atau desa yang dilalui setiap hari oleh truk-truk pengangkut sampah baik dari Mataram maupun dari Pemerintah Lombok Barat.

Akibat penyetopan itu, terjadi tumpukan sampah sejumlah tempat pembuangan sementara (TPS) dan depo sampah. Karenanya saat itu sampah yang ada di TPS dan masih bisa terangkut dikumpulkan di depo.

“Sementara untuk sampah rumah tangga dari kendaraan roda tiga kami berharap disetop dulu, dan masyarakat kami minta untuk menyimpan di rumah masing-masing sampai kondisi membaik,” katanya.

Tapi, lanjut Irwan, saat ini berbagai proses pengangkutan sampah baik dari rumah tangga ke TPS, maupun TPS ke TPA sudah berjalan normal. Budi Suyanto

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami