Internasional

Dokter di Kenya Lakukan Operasi Otak pada Pasien yang Salah

BTN iklan

NAIROBI – Seorang dokter bedah syaraf di rumah sakit terbesar di Kenya telah diskors setelah melakukan operasi otak kepada pasien yang salah. Kejadian itu memicu reaksi di media sosial, terutama setelah beberapa skandal yang terjadi di Rumah Sakit Nasional Kenyatta dalam beberapa pekan terakhir.

Pernyataan dari rumah sakit tersebut mengatakan bahwa doter bedah itu bersama dengan dua perawat dan seorang dokter anestesi telah diskors sambil menunggu penyelidikan terkait operasi pada pasien yang salah tersebut. Menteri Kesehatan Kenya, Sicily Kariuki juga menskors Direktur Eksekutif rumah sakit itu.

Menurut penyelidikan yang dilakukan surat kabar Daily Nation, dua orang dibawa ke Rumah sakit Nasional Kenyatta pada Minggu pekan lalu. Salah seorang membutuhkan operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di otaknya sementara yang lainnya hanya membutuhkan obat untuk kepalanya yang bengkak.

Setelah beberapa jam mengoperasi, dokter menemukan bahwa tidak ada gumpalan darah di otak pasien dan menyadari bahwa mereka mengoperasi pasien yang salah.

“Rumah sakit sangat menyesalkan kejadian ini dan telah melakukan semua yang bisa dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien yang bersangkutan,” demikian isi pernyataan dari rumah sakit sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (3/3/2018). Pernyataan itu juga menambahkan bahwa pasien yang dioperasi sedang “dalam pemulihan dan perkembangannya baik”.

Rumah Sakit Nasional Kenyatta adalah rumah sakit tertua dan terbesar sekaligus berfungsi sebagai rumah sakit untuk mengajar. Rumah sakit tersebut dilanda sejumlah skandal dalam beberapa pekan terakhir termasuk tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan staf terhadap pasien dan pencurian bayi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 4 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami