EntertainmentLifestyle

Drama Bowo Alpenliebe dan Rezeki Bocah Tik Tok

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Bagi mereka yang terbiasa nongkrong ‘story’ di platform media sosial Instagram dan melihat selewatan video lyp-sinc dengan aneka joget dan berdurasi pendek hilir-mudik, bisa dipastikan itu Tik Tok, atau sejenisnya. Dan nama Bowo Alpenliebe tidaklah asing dengan aplikasi hiburan asal China itu.

Nama Bowo Alpenliebe jadi perbincangan netizen Indonesia sejak beberapa bulan terakhir, seiring dengan menjamurnya popularitas Tik Tok. Bowo bukan duta Tik Tok, dia hanya salah satu pengguna aplikasi hiburan tersebut, yang mendadak jadi selebritas di media sosial.

Bocah laki-laki bernama asli Prabowo Mondardo itu tenar karena dua hal: videonya yang disukai ribuan penggemarnya, dan beragam komentar miring dari hater yang juga tak terbilang banyaknya. Otomatis secara algoritma Instagram, videonya semakin viral.

Apalagi, ketika masalah ‘meet and greet’ seleb Tik Tok dengan biaya masuk Rp80 ribu mencuat ke lini masa. Haters pun meradang. Dan nama Bowo makin mencuat jadi gunjingan setelah sejumlah penggemar kecewa idola mereka tak setampan yang dikira.

Tipikal netizen: suka disanjung, tak suka dicaci. Itu juga yang diterima oleh Bowo yang masih duduk di bangku 2 SMP tersebut. Ia terseret dalam drama bak pesohor sekelas Ayu Ting Ting dan menjadi sasaran bully, bukan cuma di dunia maya tapi juga nyata.

Bowo, duduk anteng ditemani ibunya di ruang make-up studio Trans TV, menunggu presenter memanggil namanya. Ia jadi bintang tamu kala itu, pertama kali muncul di layar kaca.

Tak ada yang berbeda dari Bowo dibanding anak usia 13 tahun lainnya. Kurus karena aktif bermain, berkulit sawo matang tipikal orang Indonesia. Pun, tatapannya menerawang baru pertama melihat hiruk-pikuk kru televisi di balik layar.

“Halo,” sapa Bowo pelan. Suaranya pelan, seperti anak yang pemalu dan tak terlihat sebagai sosok selebritas media sosial.

“Awal kenal Tik Tok dari teman-teman, itu iseng-iseng saja buat konten tapi terus ketagihan,” ia mengawali ceritanya.

Diserbu Hater

Bowo memang akrab dengan gawai. Ia diberikan ponsel pintar oleh ibunya, Erna dengan tujuan memudahkan sang ibunda berkomunikasi dengan Bowo. Namun anak generasi Z memang lebih lihai mengutak-atik gawai.

Bowo bukan hanya berkenalan dengan Tik Tok. Ia sudah kenal sebelumnya dengan Instagram, pun Musically yang sejenis Tik Tok, atau gim daring yang jadi kecanduan banyak masyarakat: Mobile Legend.

“Awal-awal main [media sosial] yang follow cuma 100, sekarang udah capai 800 ribu. Ya kaget juga,” kata Bowo.

Kekagetan Bowo tak sampai pada melonjaknya pemberitahuan dari media sosial akibat pertambahan follower-nya, melainkan juga atas beragam komentar dari mereka. Bowo pun tak sanggup menghadapi cercaan hater sendirian.

Ada banyak cercaan yang diterima Bowo gara-gara kasus ‘meet and greet’ berbiaya Rp80 ribu itu, mulai dari mengecam hingga sumpah serapah. Belum lagi hinaan soal fisik Bowo.

Tak lama setelah kisruh itu, pihak Bowo kemudian buka suara lewat bantuan sang saudara yang juga diminta menjadi manajer yakni Ine Rosdiana. Ine menyatakan bahwa ramainya perbincangan soal Bowo di dunia maya pertama kali karena ulah fan.

“Gara-gara fan mau bikin agama, ‘Bowo jadi Tuhan, kita yang jadi pengikut atau nabinya’ itu, lalu haters datang. Awalnya tidak ada masalah dan saya tanya Bowo, Bowo itu enggak mengerti, tapi netizen menyalahkan Bowo,” ungkap Ine.

“Ada lah admin ngaku-ngaku dari fanbase, seumuran dengan Bowo kemudian kenal dari Instagram. Kenal beberapa bulan, lalu diajak buat meet and greet,” tambahnya.

Bowo kemudian mengakui bahwa dirinya ikut acara itu karena ingin mencoba saja. Pendapatannya pun disebut digondol oleh penyelenggara acara. Bowo disebut Ine hanya mendapatkan pulsa.

“Saya hanya datang sama teman ke Kota Tua, terus banyak yang minta foto, pusing, panas karena ramai keroyokan gitu,” kenang Bowo.

Sepulang dari acara tersebut, Erna yang seorang cleaning service itu pun menceritakan kondisi bahwa putra bungsunya yang sudah tergulai lemas di atas kasur ketika ia tiba di rumah usai bekerja.

“Saya pulang kerja dia di kamar tiduran, mukanya pucat. Terus dia bilang, ‘Ma aku panas, gerah, engap, dikeliling banyak orang tarik sana tarik situ’. Itu saya mikirin terus, sampai ingin berhenti kerja. Akhirnya ya sudah saya berhenti demi anak saya karena banyak haters yang mengancam dia,” kata Erna.

“Ada yang mau nyekek dia, terus pernah lagi di jalan ada yang mau mukul dia tapi kena temannya karena temannya ngebelain. Saya ngeri, apalagi anak saya suka main ke sana ke sini, kerja enggak tenang jadinya,” lanjutnya.

Rezeki Bocah Tik Tok

Nasi sudah menjadi bubur. Bowo sudah kepalang terkenal seantero Indonesia. Erna mengakui tak pernah menyangka keputusannya memberikan gawai setahun yang lalu akan membuat anaknya dikenal banyak orang.

“Sebenarnya ada bangga juga Bowo bisa seperti ini, hanya saja yang tidak saya suka haters-nya. Anak saya enggak salah, di-bully sebegitunya,” keluh Erna.

“Saya dikasih tahu sama saudara awalnya, terus saya penasaran, saya buka Facebook-nya lihat komen dan itu yang buat saya jadi khawatir,” katanya.

Meski demikian, Bowo mengaku tak berhenti untuk menggunakan media sosial walau mengaku sakit hati dengan komentar warganet. Kini pengikut Bowo di Instagram sudah lebih dari 600 ribu orang.

Akun Instagram-nya pun cukup gencar membuka promosi berbayar. Saat pengikut Bowo masih 300 ribuan, Ine mengatakan bahwa untuk satu kali promosi berbayar di akun Instagram Bowo dikenakan biaya sebesar Rp250 ribu.

Kala itu, ia pun sempat berencana untuk menaikkannya menjadi Rp500 ribu per iklan di Story di Instagram.

Pun ketika nama Bowo kini sudah tenar, Ine mengaku mendapatkan banyak tawaran bagi saudaranya itu. Nilainya bisa puluhan juta rupiah. Rezeki bocah Tik Tok.

“Alhamdulillah, itu bisa dikasih ke orang tuanya,” kata Ine. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close