HukumLiputanNasional

Dua Hakim Tersangka Dugaan Suap Perkara PN Jakarta Selatan Ditahan KPK

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – KPK menahan para tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Diantaranya terdapat dua Hakim, yaitu Iswahyu Widodo dan Irwan serta Panitera Pengganti PN Jakarta Timur Muhammad Ramadhan.

Selain itu salah seorang tersangka adalah seorang pengacara bernama Arif Fitrawan.

Ditahan 20 hari pertama sebagai berikut, M Ramadhan, (Rutan) Guntur; Irwan, (Rutan) Cipinang Jakarta Timur; Arif, (Rutan) Polres Metro Jakarta Selatan; Iswahyu Widodo, Polres Metro Jakarta Timur,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulis, Kamis (29/11/2018)

Tersangka pihak swasta dalam kasus ini, Martin P Silitonga, sedang menjalani penahanan di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan pelanggaran pidana umum.

Mereka semua satu persatu keluar dari gedung KPK dengan memakai rompi orange tahanan KPK

Iswahyu, Irwan dan Ramadhan diduga menerima suap untuk kepengurusan perkara perdata. Ramadhan diduga menjadi perantara suap.

Irwan yang menjabat sebagai Hakim PN Jakarta Selatan
Irwan yang menjabat sebagai Hakim PN Jakarta Selatan
Muhammad Ramadhan Panitera pengganti PN Jakarta Timur
Muhammad Ramadhan merupakan Panitera pengganti PN Jakarta Timur

Menurut Juru Bicara KPK Febri, awalnya Arif dan Martin berencana memberikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada dua hakim yang menangani perkara perdata tersebut. Perkara yang dimaksud adalah perkara dengan Nomor 262/Pdt.G/2018/PN Jaksel.

Perkara tersebut didaftarkan pada tanggal 26 Maret 2018 dengan para pihak, yaitu penggugat atas nama Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V Dongen serta turut tergugat PT APMR dan Thomas Azali. Gugatan perdata tersebut adalah pembatalan perjanjian akuisisi PT CLM oleh PT APMR di PN Jakarta Selatan.

“Ketika dibicarakan ke panitera pengganti, MR, sebenarnya deal-nya Rp 950 juta. Dan ternyata yang direalisasikan ke hakim oleh MR kami duga lebih kecil lagi, sekitar Rp 650 juta,” ungkap Febri.

Ramadhan pernah menjadi panitera pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelum ia dimutasi ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Ia diduga dijadikan sebagai penghubung karena dikenal oleh kedua oknum hakim itu. Realisasi suap tersebut dalam pecahan uang rupiah senilai Rp 150 juta dan 47.000 dollar Singapura.

Namun, yang baru diterima oleh kedua hakim tersebut sekitar Rp 150 juta. Sementara, 47.000 dollar Singapura yang akan diserahkan melalui Ramadhan terhadap dua hakim itu disita oleh KPK dalam operasi tangkap tangan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close