Hukum

Dua Kreditur Petroselat Cabut Permohonan Pailit

BTN iklan

JAKARTA – Petroselat Ltd. bisa bernafas lega setelah PT Richland Logistics Indonesia dan PT Sentosasegara Mulia Shipping mencabut permohonan kepailitan.

Majelis hakim yang diketuai Tito Suhud mengatakan para pemohon telah mengirimkan surat perihal pencapaian perdamaian dengan termohon. Kedua pihak telah sepakat dengan penyelesaian yang tidak dibacakan saat persidangan.

“Terhitung sejak hari ini, perkara kepailitan dengan No. 16/Pdt.Sus.Pailit/2016/PN.Jkt.Pst ini dicabut,” kata Tito saat membacakan amar putusan, Rabu (18/5/2016).

Persidangan pembacaan putusan pencabutan tersebut dihadiri oleh kuasa hukum para pemohon. Adapun, pihak termohon diwakili oleh Subandrio selaku General Manajer Petroselat.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum para pemohon Wemmy Muharamsyah mengatakan pencabutan perdamaian karena telah ada kesepakatan antarprinsipal. Namun, dirinya masih urung untuk menjelaskan isi perdamaian tersebut.

“Maaf saya belum bisa menyebutkan poin-poinnya karena prinsipal tidak memberikan izin untuk menyampaikannya kepada pihak lain,” kata Wemmy yang ditemui seusai persidangan.

Pernyataan senada juga disampaikan Direktur PT Sugih Energy Tbk Fachmi Zarkasi. Perusahaan dengan kode emiten SUGI tersebut merupakan pemilik 55% saham Petroselat, sedangkan sisanya dikuasai PetroChina International SelatPanjang Ltd.

“Sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan permasalahan ini di luar pengadilan,” kata Fachmi kepada Bisnis.

Dirinya mengaku sementara ini hanya menyelesaikan tagihan yang diajukan oleh PT Richland Logistics Indonesia dan PT Sentosasegara Mulia Shipping. Adapun, utang terhadap kreditur lain belum menjadi prioritas.

Pihaknya berharap dalam waktu dekat tidak ada gugatan maupun permohonan serupa yang diajukan oleh mitra usahanya terkait utang perusahaan. Terlebih, operasional usaha Petroselat masih terus berjalan dan dinilai masih memiliki prospek yang bagus.

Perkara ini terkait klaim tagihan telah jatuh tempo dan ditagih yang diajukan oleh kedua kreditur masing-masing sebesar US$402.027 dan US$448.442. Adapun, utang termohon berasal dari perjanjian yang mengatur mengenai sewa-menyewa tug boat dan barge guna menunjang kegiatan usaha Petroselat.

Termohon merupakan operator blok Selat Panjang yang berlokasi di Riau. Blok tersebut memiliki luas 1.311 km2 yang memiliki dua zona utama yakni Sihapas dan Pematang. (bisnis.com)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Komentar

  1. 130382 738863Empathetic for your monstrous inspect, in addition Im just seriously very good as an alternative to Zune, and consequently optimism them, together with the extremely great critical reviews some other players have documented, will let you determine whether it does not take right choice for you. 651701

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami