Internasional

Dua Maskapai AS Hentikan Kerja Sama dengan Asosiasi Senjata

BTN iklan

Lei. Dua perusahaan penerbangan AS telah bergabung dengan sejumlah perusahaan lain untuk memutuskan hubungan dengan Asosiasi Senjata Nasional NRA menyusul penembakan di sekolah di Florida.

Maskapai United dan Delta mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk tak lagi memberikan potongan harga bagi anggota NRA.

Pembunuhan yang menewaskan 17 orang di Florida itu memicu debat pengendalian senjata di AS. Para siswa yang menjadi penyintas dalam insiden penembakan di sekolah memainkan peranan penting dalam desakan perubahan peraturan tentang senjata di AS.

Sejumlah perusahaan yang terkait dengan lobi senjata AS menghadapi seruan boikot.

Aktivis membanjiri perusahaan mitra NRA dengan komentar di media sosial dengan tagar #BoycottNRA.

Tersangka dalam serangan itu, Nikolas Cruz, disebutkan terobsesi dengan senjata dan membeli senapan semi otomatis secara ilegal pada tahun lalu ketika berusia 18 tahun. Senjata itu digunakan Cruz dalam penembakan di sekolah di Parkland.

Sabtu lalu, United dan Delta memutuskan hubungan dengan organisasi advokasi senjata yang memiliki kekuasaan besar. Kedua perusahaan ini menerbangkan lebih dari 300 juta penumpang setiap tahunnya.

Perusahaan lain yang memutuskan hubungan dengan NRA yaitu:

NRA, yang mengklaim memiliki lima juta anggota, tidak merespon permintaan untuk memberikan tanggapan mengenai dampak boikot tersebut.

Kelompok itu membela dirinya melalui Twitter, dengan mengatakan orang yang marah terhadap penembakan tersebut harus fokus pada penyelewengan dalam penegakkan hukum.

“Alih-alih menyalahkan sebuah organisasi yang membela hak #2A setiap orang, mungkin orang harus melihat sejumlah kegagalan oleh FBI dan badan penegak hukum lokal, atau apakah itu tidak cocok dengan agenda Anda?” tulis NRA, merujuk pada amandemen konstitusional yang melindungi hak memiliki senjata.

Kamis lalu, Kepala eksekutif NRA Wayne LaPierre menyebut “para oportunis” menggunakan tragedi 14 Februari untuk memperluas pengendalian senjata dan menghapus hak memiliki senjata di AS.

“Mereka benci NRA. Mereka membenci amandemen kedua. Mereka benci kebebasan individu,” jelas dia.

Kampanye sebelumnya yang ditujukan untuk NRA membuahkan hasil yang terbatas.

Penembakan di sekolah di AS bukanlah hal yang baru, tetapi respon para siswa yang selamat dari serangan di SMA Marjory Stoneman Douglas tampaknya memberikan dorongan untuk memperkuat aturan pengendalian senjata.

Seorang profesor marketing, Scott Galloway, mengatakan kepada NBC News bahwa dengan memutuskan hubungan dengan NRA, perusahaan menghitung apa yang menjadi kepentingan terbaik bisnis mereka.

“Orang yang paling bernilai dalam bisnis konsumen di dunia adalah seorang yang berusia 18 tahun. Galvanisasi mereka melawan masalah ini telah membuat NRA sangat tidak keren,” jelas dia.

Bob Spitzer, seorang ahli politik persenjataan di SUNY Cortland, sepakat langkah perusahaan-perusahaan tersebut tampaknya merupakan reaksi dari penembakan Florida, tetapi terlalu dini untuk menyebutkan dampaknya.

“Sejauh ini, mungkin tidak ada dampak terukur….biasanya apa yang terjadi seperti badai akan berlalu, dan NRA telah memperkirakannya,” kata dia pada CBS.

“If this is as far as it goes, it probably won`t have any measurable effect… Usually what happens is that the storm passes, and the NRA counts on that,” he told CBS.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × two =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami