Hukum

Duta Graha Indah Dijerat Pidana Korporasi

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Untuk pertama kalinya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan pidana korporasi bagi perusahaan yang terlibat aktif melakukan korupsi.

Perusahaan yang terjerat sanksi pidana ini adalah PT Duta Graha Indah terkait kasus korupsi pengadaan alat kesehatan pada di rumah sakit khusus pada Universitas Udayana, Denpasar. Sebelumnya, mantan direktur utama perusahaan ini, Dudung Purwadi telah ditetapkan sebagai tersangka dan segera disidang.

Wakil Ketua KPK Laode Muhamad Syarif membenarkan informasi bahwa PT Duta Graha Indah telah dijerat dengan pidana korporasi sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No.13/2016.

“Ada sejarah baru di KPK hari ini. Kita sudah mulai menetapkan korporasi sebagai tersangka pidana korupsi. Sebenarnya bukan hal baru juga karena pihak kejaksaan telah menjerat 2 perusahaan dengan dasar hukum yang sama. Ini kita lakukan sebagai upaya tindak lanjut dari koordinasi tentang tanggung jawab pidana korporasi,” paparnya, Jumat (14/7/2017).

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih yang tidak menampik bahwa dia memenuhi panggilan penyidik KPK pada hari yang sama untuk menjadi saksi dari tersangka PT Duta Graha Indah. Sandi yang pernah menjabat sebagai komisaris perusahaan itu sejak 2007.

“Kami akan tetap mendukung langkah-langkah penegakan hukum dan gerakan membersihkan praktik dunia usaha dan pemerintah dari korupsi,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten − 5 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami