KesehatanLifestyle

Eating Disorder: Kelainan Pola Makan yang Menyangkut Kejiwaan

BTN iklan

Anda sering kali mendengar tentang kelainan pola makan atau bahkan bertemu dengan kasus tersebut. Hal ini terkadang bahkan menjadi suatu gaya hidup dan sulit untuk keluar dari kebiasaannya. Kelainan pola makan atau eating disorder dapat menjadi suatu penyakit yang fatal karena tidak hanya memperburuk kondisi fisik saja tetapi juga dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Obsesi dengan makanan, berat badan, dan bentuk badan dapat menjadi suatu signal yang mengarah pada eating disorder.

Faktor Resiko

Eating disorder sering muncul selama remaja diumur belasan tahun dan dapat berlangsung seterusnya. Kelainan ini dapat mengenai pria dan wanita, dimana prevalensi wanita lebih tinggi. pada pria akan terjadi muscle dysmorphia, dimana mereka menginginkan tubuhnya untuk menjadi lebih berotot. Penelitian menemukan kelainan ini disebabkan oleh interaksi kompleks antara genetik, biologis, kebiasaan, psikologis, dan faktor sosial. Dan penelitian juga menemukan dimana eating disorder sering terjadi di dalam 1 keluarga, masih diteliti apakah DNA juga berperan dalam meningkatkan faktor resiko eating disorder.

1. Binge-Eating Disorder

Orang dengan binge-eating disorder tidak dapat mengontrol nafsu makannya. Orang tersebut akan makan dalam porsi yang besar dan tidak dapat mengontrol kapan harus berhenti. Hampir semua orang mungkin suka makan berlebihan dan tidak bisa mengontrol konsumsi makanannya, namun hal ini hanya terjadi pada beberapa waktu saja. Orang yang memiliki binge eating disorder sering melakukan tersebut dan pada akhirnya menjadi suatu kebiasaan yang rutin. Tidak seperti bulimia, yang setelah mengonsumsi makanan dengan porsi besar kemudian menyalurkan rasa bersalahnya dengan memuntahkan makanannya atau mengonsumsi obat pencahar untuk mengeluarkan apa yang dia telah makan. ketika muncul rasa bersalah dan malu  akibat kebiasaannya tersebut, orang yang melakukan binge eating malah melarikan diri dengan cara mengonsumsi makanan kembali, karena berpikir dengan makan  mereka akan merasa nyaman dan tenang. Hal tersebut kemudian menjadi sebuah siklus, mengonsumsi makanan dengan porsi yang banyak karena merasa tertekan, lalu merasa stress karena telah melakukannya, dan pada akhirnya kembali mengonsumsi makanan sebagai pelariannya.

Gejala binge-eating disorder meliputi:

  • makan dengan jumlah yang besar secara rutin
  • makan meskipun tidak merasa lapar atau meskipun sudah kenyang
  • makan banyak dengan cepat
  • makan sampai merasa sangat kenyang yang membuat tidak nyaman
  • makan sendiri atau makan sembunyi-sembunyi karena malu
  • merasa stress, malu, dan bersalah terhadap pola makan ini
  • beberapa kali mencoba diet namun berat badan tidak turun

2. Anorexia Nervosa

Orang dengan anorexia nervosa melihat dirinya seperti overweight meskipun kenyataannya mereka sangat underweight. Mereka sering menimbang berat badan, dengan ekstrem mengurangi jumlah makanan mereka, dan hanya makan dengan jumlah yang sangat sedikit, itupun hanya beberapa macam makanan saja yang mau mereka makan. dalam kasus kelainan kejiwaan, anorexia nervosa memiliki tingkat kematian paling tinggi.

Gejala anoreksia nervosa meliputi:

  • mengurangi makan dengan sangat ekstrem
  • amat sangat kurus
  • terus menerus mengejar badan yang kurus dan tidak mau kembali ke badan normal
  • ketakutan terus menerus terhadap kenaikan berat badan
  • Distorted body image, dimana kepercayadiriannya sangat dipengaruhi oleh persepsi bentuk tubuh dan menyangkal bahwa tubuhnya sangat kurus

Keadaan yang timbul seiring dengan berjalannya waktu, antara lain:

  • kurus menulang (osteopenia or osteoporosis)
  • Anemia ringan dan otot mengecil dan melemah
  • rambut dan kuku mengering
  • kulit mengering dan menguning
  • muncul rambut-rambut halus di seluruh tubuh (Lanugo)
  • konstipasi yang cukup parah
  • tekanan darah menurun, nafas dan detak jantung melambat
  • rusaknya struktur dan fungsi jantung
  • kerusakan otak
  • kerusakan multi organ
  • suhu tubuh menurun drastis, membuat orang tersebut merasa dingin setiap saat
  • letargi dan merasa lelah setiap waktu
  • infertilitas

3. Bulimia nervosa

Orang dengan bulimia nervosa memiliki periode waktu dimana orang tersebut akan makan makanan yang sangat banyak, lalu mengkompensasinya dengan melakukan “pembersihan” seperti membuat dirinya muntah, puasa, serta penggunaan laksatif, enema, diuretik, dan olahraga yang berlebihan. Tidak seperti anorexia nervosa, orang dengan bulimia nervosa akan menjaga berat badan normmalnya.

Gejala bulimia nervosa meliputi:

  • sakit tenggorokan yang kronis
  • kelenjar air liur di daerah leher dan rahang bengkak
  • gigi sensitif karena sering terkena asam lambung
  • terdapat kelainan regurgitasi asam lambung dan kelainan pencernaan lambung
  • kelainan pencernaan karena pemakaian laksatif berlebihan
  • dehidrasi parah karena pengeluaran cairan tubuh
  • ketidakseimbangan elektrolit (kadar sodium,kalsium, potassium, dan mineral terlalu rendah atau terlalu tinggi) yang dapat memicu stroke atau serangan jantung

(dr. Naomi Chandradewi Manangka)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

3 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami