FinansialHukum

Efek Kemenangan Trump, Logam Mulia Masih Berkilau

BTN iklan

JAKARTA/Lei – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange hari ini dibuka kembali menguat setelah selama dua pekan terakhir berada dalam zona merah.

Kenaikan itu terpicu dari pilpres AS yang dilakukan kemarin. Harga emas dalam perdagangan kemarin, Rabu (09/10) sempat naik sebesar 60,40 poin. Namun emas sempat berakhir jatuh pada Rabu (Kamis pagi WIB), karena para pedagang mempertimbangkan hasil pemilihan presiden Amerika Serikat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun satu dolar AS, atau 0,08 persen, menjadi menetap di 1.273,50 dolar AS per ounce. Calon presiden AS Donald Trump menjadi presiden AS terpilih antara penutupan pasar pada Selasa dan pembukaan kembali pada Rabu pagi. Para analis mencatat bahwa meskipun terjadi lonjakan besar pada awal perdagangan emas dan penurunan besar dalam opsi ekuitas AS, logam mulia stabil sebelum pasar dibuka dan berakhir lebih rendah setelah penutupan pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average AS naik 299 poin, atau 1,25 persen pada pukul 18.15 GMT.

Meski demikian hari ini emas kembali dibuka menguat, dengan prediksi pergerakan sebesar US$1.274,10-US$1.279,20 per tray ounce.

Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman. Sementara itu, sebaliknya ketika ekuitas AS membukukan keuntungan maka logam mulia biasanyan turun. Emas diletakkan di bawah tekanan karena indeks dolar AS naik 0,6 persen menjadi 98,55 pada pukul 18.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dolar AS, menjadi lebih mahal bagi investor.

Tidak ada laporan ekonomi utama yang dirilis pada Rabu, tapi pada Kamis akan melihat rilis dari klaim pengangguran mingguan, dan laporan sentimen konsumen pada Jumat. Pedagang masih mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pada Desember. Investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC bulan itu.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga dari 0,50 ke setidaknya 0,75 adalah pada 76 persen di pertemuan Desember dan 77 persen untuk pertemuan Februari 2017. Perak untuk pengiriman Desember naik 2,2 sen, atau 0,12 persen, ditutup pada 18,378 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 5,3 dolar AS, atau 0,53 persen, menjadi 1.003,30 dolar AS per ounce.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami