HukumNasionalSengketa Merek

Efendi Buhing Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan ditangkap paksa

Petugas Kepolisian daerah Kalimantan Tengah, bersenjata lengkap saat menangkap Effendi.

BTN iklan

Legal Era Indonesia Jakarta– Melihat dari media Instagram dari Greenpeace dengan permasalahan Hutan Hujan salah satunya adalah Effendi Buhing. Effendi Buhing adalah salah satu tokoh yang aktif menolak perampasan hutan adat yang dilakukan oleh perusahaan PT Sawit Mandiri Lestari (SML) untuk menyembunyikan fakta hutan adat milik warga Kinipan. Warga Kinipan elah mengelola hutan adat secara turun temurun dan telah membuat peta yang terdaftar di BRWA (Badan registrasi wilayah adat). Masyarakat tentunya di daerah Kinipan tidak menyetujui izin pembabatan hutan adat oleh PT SML

Namun PT SML terus membabat hutan adat warga Kinipan,masyarakat berbondong mendatangi pabrik PT SML dengan membawa beberapa tulisan diantaranya “ Kembalikan Tanah Dan Hutan Kami Yang Dirusak”,”Hentikan Tutup Mata dan Tutup Mulut”,”Aparat penegak hukum tolong kami, Kami sudah sengsara” begitulah keresahan warga yang tertuangkan dalam spanduk.

Selain Effendi, 5 warga Kinipan Lainnya juga ditangkap dan ini bukan pertama kalinya Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah menangkap warga akan keterkaitan penolakan perampasan hutan adat Kinipan oleh Perusahaan.

Salsabila selaku salah satu anggota Jaga Rimba mengaskan” Hutan Kinipan adalah salah satu Hutan Hujan terakhir di pulau Kalimantan yang kekayaan biodiversitasnya masih terjaga”. Biodiversitas adalah keseluruhan gen, spesies dan ekosistem di suatu kawasan. Indonesia sangat kaya akan biodiversitas baik di daratan maupun di perairannya.

 

Jika diurutkan Indonesia masuk ke dalam 17 negara yang punya biodiversitas tinggi. Negara-negara tersebut adalah Afrika Selatan, AS, Australia, Kolombia, Kongo, Madagaskar, Malaysia, Meksiko, Papua Nugini, Peru dan Venezuela.

“Mengingat banyak sekali hutan di pulau tersebut yang sudah dikonversi menjadi perkebunan sawit dan pertambangan batu bara. Jika hutan Kinipan habis, maka intensitas banjir dan longsor berkala akan semakin tinggi dan sudah pasti akan mempercepat laju krisis iklim yang kita alami sekarang”.

Tak hanya itu juga di dalam Hutan Kinipan pun terdapat masyarakat adat yang tinggal disana yaitu masyarakat Dayak Tomun di Laman Kinipan yang kian terancam. “Dan Perlu kita akui bahwa pengetahuan local yang dimiliki oleh masyarakat adat telah menjaga kelestarian alam bumi sejak dahulu kala, Jika tidak ada masyarakat adat, maka siapa lagi yang akan menjaga hutan kita di garda terdepan ?”. Ujar Salsabilah didalam laman youtube greenpeace

Dan beliau juga mendesak untuk pengesahaan RUU Masyarakat Adat agar segera terlindunginya masyarakat adat yang berada di Indonesia. Dan harapan dari RUU masyarakat adat ini pula mengembalikan fungsi Hutan Jujan semestinya untuk perlindungan bagi biota hewan maupun tumbuhan yang semakin langka di Indonesia.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami