FinansialInvestasi

Emas 2017 Di Prediksi Melemah

BTN iklan

JAKARTA/Lei  — Harga emas berpeluang besar merosot ke bawah US$1.200 per troy ounce seiring dengan pelaksanaan pertemuan Federal Open Market Committee
(FOMC) pada 14 Maret—15 Maret 2017. Namun, ketidakpastian politik di Belanda masih menopang harga. Faisyal, analis Monex Investindo Futures, mengatakan  sentimen hawkish perihal suku bunga The Fed membuat harga emas mengalami tekanan.

Probabilitas kenaikan suku bunga dalam FOMC Maret 2017 dalam Fed rate tools sudah mencapai 93%. Menurut konsensus Bloomberg, probabilitas penaikan Fed Fund Rate (FFR) sudah menyentuh 100%. Adapun peluang penaikan sebesar 25 basis poin dari posisi 0,5%—0,75% menjadi 0,75%—1% menggapai level 96%.
Meskipun sentimen hawkish yang menguatkan dolar AS mendominasi sentimen pasar emas, investor masih melakukan aksi beli dalam volume terbatas.

Faktor utama yang mendorong aksi beli emas ialah meningkatnya ketidakpastian menjelang pemilihan umum sejumlah negara Eropa, terutama Belanda dan Prancis.
Salah satu calon Perdana Menteri Belanda, yakni Geert Wilders menjadi sosok yang dianggap kontroversial karena berencana melakukan referendum agar Negeri Kincir Angin keluar dari Uni Eropa. Wilders pun dikenal dengan sikapnya yang anti Islam.

Namun demikian, suara terhadap calon dari Partai Liberal ini cukup besar dan berpotensi mengalahkan PM petahana dari Partai Konservatif, yakni Mark Rutte. Keduanya akan bertarung dalam pemilihan umum PM Belanda pada Rabu (15/3). Di tempat lain, calon presiden Prancis yang anti Uni Eropa, Marine Le Pen,
mendapatkan suara yang cukup besar dari masyarakat menjelang periode pemilihan umum pada April—Mei 2017. “Sentimen ketidakpastian politik Eropa menopang emas secara terbatas, karena pasar akan lebih fokus kepada hasil FOMC,” tuturnya kepada Bisnis, Selasa (14/3).

Menurut Faisyal, pasar tidak lagi terlalu terpengaruh dengan penaikan FFR karena sudah mengantisipasi kebijakan moneter tersebut. Investor saat ini lebih mencari
informasi soal proyeksi The Fed terhadap kenaikan suku bunga lanjutan.

DUA SKENARIO

Ada dua skenario terhadap harga emas sampai akhir pekan ini. Pertama, bila The Fed mengerek suku bunga tetapi tidak memberikan isyarat kenaikan  FFR selanjutnya, pelemahan emas masih terbatas dengan rentang US$US$1.185—US$1.200 per troy ounce.  Skenario kedua, jika The Fed mengerek suku bunga dan memberikan isyarat lanjutan perihal kenaikan suku bunga, harga emas bisa anjlok hingga US$1.150 per troy ounce.

Bank Sentral AS direncanakan menaikkan FFR sebanyak tiga kali pada 2017, yakni pada FOMC Maret, September, dan Desember. Deddy Yusuf Siregar, analis Asia Tradepoint Futures, mengatakan harga emas masih terkoreksi terbatas menjelang FOMC. Selain sentimen tersebut, investor masih mempertimbangkan sejumlah agenda pertemuan bank sentral lainnya seperti Jepang, Inggris, dan Swiss. Namun, faktor utama yang menopang emas ialah meningkatnya ketidakpastian menjelang pemilu Belanda pada Rabu (15/3). Geert Wilders yang anti Uni Eropa dan menentang keberadaan imigran asal negara muslim berpeluang menjadi PM baru.

Oleh karena itu, jika hasil FOMC memutuskan pengerekan FFR, harga emas tidak akan jatuh terlalu lama. Sampai akhir pekan harga diprediksi bergulir dalam rentang US$1.187—US$1.190 per troy ounce. “Ketidakpastian masih menyelimuti zona Eropa, karena bulan depan investor dihadapkan pada pemilu Prancis.
Kejatuhan emas masih terbatas pekan ini,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, faktor ketidakpastian politik di Eropa juga akan mendorong penguatan harga emas. Sentimen pengerekan suku bunga The Fed memang menekan harga, tetapi sentimen tersebut tentunya sudah diprediksi pasar sejak lama. Pada perdagangan Selasa (14/3) pukul 20:06 WIB, harga emas gold spot  melemah 0,1 poin atau 0,8% menjadi US$1.204,2 per troy ounce (Rp517.261,91 per gram).

Meski merosot, harga masih meningkat 4,96% sepanjang tahun berjalan

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami