HukumLiputanNasional

Empat Kurir Narkoba 1,6 Ton Masih Keluarga

BTN iklan

Jakarta, 27/2 (Antara) – Empat warga negara Taiwan yang ditangkap dalam kasus penyitaan 1,6 ton narkoba jenis sabu di kapal ikan di Perairan Anambas, Kepulauan Riau, merupakan keluarga.

“Mereka masih satu keluarga,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Daniyanto di Jakarta, Selasa.

Kendati demikian, pihaknya tidak menjelaskan hubungan keluarga di antara keempat tersangka.

Menurut Eko, sebelum dicegat dan diamankan di perairan Anambas, Kepulauan Riau, kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Lianjiang, Cina. Pihaknya masih menelusuri rute perjalanan kapal tersebut.

“Apakah masuk ke Batam baru masuk Penang lalu ke Anambas atau dari Cina langsung ke Anambas,” ujarnya.

Menurut dia, penelusuran rute tersebut untuk mengetahui tujuan kapal dan mengungkap bandar penerima paket 1,6 ton sabu tersebut.

“Sehingga nanti diketahui kapal ini mau kemana, siapa penerimanya, mudah-mudahan terungkap bandar yang bermain,” ucapnya.

Eko menambahkan, Bareskrim telah berkoordinasi dengan Kepolisian Cina terkait upaya pengejaran dalang pengirim paket sabu tersebut. Dari keterangan para tersangka yang telah ditangkap, mereka diminta untuk mengirimkan paket dari Cina oleh seseorang berinisial L.

“Dia dikendalikan Mr. L tapi dia tidak tahu isi barangnya,” katanya.

Pada Selasa (20/2), polisi bersama petugas Bea Cukai mencegat satu unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura, di perairan Anambas, Kepulauan Riau.

Kapal yang tidak memiliki dokumen dan surat-surat ini ternyata memuat 81 karung yang berisi 1,6 ton narkotika jenis sabu-sabu asal Cina.

Empat tersangka yang merupakan anak buah kapal (ABK) dan nakhoda ditangkap dalam kasus tersebut. Mereka adalah Tan Mai (69), Tan Yi (33), Tan Hui (43, nakhoda) dan Liu Yin Hua (63) yang merupakan WN Taiwan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close