LiputanNasionalPolitik

Era baru Bagyo Wahono Rival Gibran putra Presiden RI di Pilkada Solo

BTN iklan

Legal Era Indonesia, Jakarta-PDIP mengusung Calon Wali Kota Solo yang juga putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka akhirnya memiliki rival dalam Pilkada Solo 2020.

Gibran yang berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Solo, Teguh Prakosa bakal berhadapan dengan calon perseorangan (independen), Bagyo Wahono-FX Supardjo (Bajo)

Pada Minggu (6/9/2020) kemarin, Bajo telah mendaftar ke KPU Solo.

Menjadi rival anak Presiden, siapakah Bagyo Wahono dan FX Supardjo?

Tidak banyak informasi tentang sosok Bagjo Wahono dan FX Supardjo.

Pasangan Calon Walikota Solo pesaing Gibran mengendarai motor antik.

Namun, keduanya merupakan warga dari kalangan biasa.

Bagjo Wahyono berprofesi sebagai seorang penjahit baju. Ia merupakan warga RT 01/06, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Solo.

Di wilayah setempat, FX Suparjo menjabat sebagai Ketua RW.

Ketua Tim Sukses Bajo, Robert Hananto mengungkap pasangan ini disokong oleh Yayasan Tikus Pithi.

Penelusuran Legal Era indonesia, Tikus Pithi merupakan istilah yang melekat dengan Yayasan Surya Nuswantara.

Dikutip dari portal resmi Kabupaten Kuloprogo, Yasayan Surya Nuswatara merupakan badan usaha di bidang ekonomi dan sosial yang didirikan pada 15 Desember 2014 oleh Bpl Tuntas Subagyo di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Tikus Pithi Anoto Baris adalah merupakan masyarakat kecil yang menyusun barisan untuk memperjuangkan nasib bangsa.

Kata tikus-tikus pithi anoto baris disebut sudah pernah dipakai atau ada pada zaman Singosari maupun Majapahit.

Sementara di akun Facebooknya, pimpinan Yayasan Surya Nuswantara, Tuntas Subagyo, sempat mengkampanyekan cita-citanya untuk maju sebagai calon Independen dalam Pilpres 2019. Namun, kita ketahui, cita-cita itu gagal karena tidak ada calon perseorangan dalam Pilpres 2019.

Adapun di akun Facebooknya, Yayasan Surya Nuswantara, terlihat aktivitas-aktivitas yayasan di sejumlah daerah termasuk di Solo pada 2019 lalu.

Tidak hanya pasangan Bajo, beberapa kandidat yang diusung Tikus Pithi sempat mendaftar dan menyerahkan berkas pencalonan, namun ditolak lantaran tidak memenuhi syarat.

 

Komisioner KPU Jateng, Muslim Aisha, menuturkan banyak calon perseorangan yang diusung gerakan Tikus Pithi.

 

“Hampir semua calon dari jalur perseorangan diusung. Ini mengingatkan dulu pada 2018 saat pemilihan gubernur dimana gerakan ini ingin mengusung calon gubernur dari perseorangan, tapi gagal, nggak lolos,” jelasnya saat menyambangi Kantor Legal Era indonesia , Rabu (26/2/2020).

 

“Tikus Pithi berkoalisi bersama masyarakat dengan munculnya Bajo dari jalur perseorangan menjadi sejarah pada Pilkada Surakarta,” kata Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Tuntas Subagyo di Solo, Senin (7/9) seperti dikutip dari berita Legal Era Indonesia.

 

Tuntang menegaskan Bajo murni mendaftar ke KPU melalui jalur perseorangan karena dukungan rakyat, bukan calon boneka atau settingan untuk bersaing bakal paslon lainnya, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa.

Tuntas menerangkan Bajo maju jalur peseorangan ini membutuhkan persiapan waktu selama setahun.

 

Bagyo pun menegaskan pencalonan dirinya bersama FX Supardjo telah melalui proses perjuangannya lama dan sangat berat. Sebagai informasi, sebelum mendaftar ke KPU, Bajo telah melewati bersama melalui tahapan dukungan KTP-el dan verifikasi faktual pertama dan kedua kurang lebih 1 tahun.

Bagyo menegaskan penetapannya sebagai calon wali kota dan wakil wali kota dengan cara gotong royong dan uluran tangan Tikus Pithi dan masyarakat umum.

“Bajo bisa dipastikan bukan hasil settingan dan boneka,” katanya.

Bagyo yang mengaku berlatar belakang seorang desainer dan penjahit itu berpasangan dengan Supardjo yang merupakan seorang Ketua RW. Dengan latar belakang rakyat biasa tersebut, sambungnya, Bajo diharapkan bisa benar-benar mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat.

Ia menjelaskan Bajo merupakan ‘Pembukaning Gapura Ning Praja’. Hal ini dalam demokrasi yang nyata dan idaman warga dan rakyat Indonesia. Bajo mengusung visi dan misi salah satunya mewujudkan sandang, papan, dan pangan untuk masyarakat Kota Surakarta.

Perwujudan sandang yang baik maka Surakarta menjadi kota yang madani dengan pemimpin yang mengayomi masyarakat untuk bisa mempersatukan ras, agama, dan unsur lain. Sebelumnya, Bajo telah mendaftarkan diri sebagai calon peserta Pilkada Surakarta 2020 di KPU setempat, Minggu (6/9).

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami