Hukum

Fahri Hamzah Dinilai Lecehkan Pengadilan Soal e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dinilai melecehkan pengadilan karena menyebut kasus korupsi e-KTP merupakan omong kosong dan karangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

“Ya itu kan artinya melecehkan pengadilan. Pengadilan sedang berjalan bukti-bukti juga sudah banyak diungkap,” kata Agus Rahardjo di KPK, Jakarta, Rabu (5/7/2017).

Agus melanjutkan, jika Fahri menyebut penanganan kasus korupsi e-KTP merupakan omong kosong, apakah itu tidak melecehkan pengadilan yang sedang memproses perkaranya.

“Kalau itu dikatakan sebagai omong kosong, lho apakah itu pengadilannya dilecehkan. Jadi biarkan berjalan saja,” kata Agus.

Fahri sebelumnya menyebut kasus korupsi e-KTP merupakan permainan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin; penyidik senior KPK Novel Baswedan; dan Ketua KPK, Agus Rahardjo.

Menurut Fahri, penanganan kasus korupsi e-KTP terjadi konflik kepentingan karena sebelumnya Agus merupakan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Soal pernyataan Fahri, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah pun beberapa waktu lalu sempat menanggapinya. Penanganan korupsi e-KTP berdasarkan bukti sebagaimana fakta yang terungkap di persidangan Irman dan Sugiharto.

Bukti tersebut, lanjut Febri, di antaranya keterangan saksi-saksi dan pengakuan terdakwa Irman dan Sugiharto tentang pengaturan proyek dan bagi-bagu duit kepada anggota DPR.

Bahkan, sejumlah pihak yang disebut menerima aliran dana e-KTP sudah mengembalikan uang ke KPK. Karena itu, pernyataan Fahri seolah ada pihak yang ingin dibela.

“Kami tentu menjadi bertanya pula, apakah ada pihak-pihak yang dibela dalam kasus e-KTP, sehingga kemudian pernyataannnya mengesampingkan semua fakta yang sudah muncul di persidangan,” kata Febri.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close