InternasionalTekno

Festival Al Janadriyah, Sejumlah Media di Indonesia Jadi Tamu Kehormatan di Arab Saudi

BTN iklan

RIYADH (LEI) – Bertepatan dengan pembukaan Festival Al Janadriyah, Menteri Media Kerajaan Arab Saudi Dr. Awwad S. Alawwad mengundang sejumlah media di Indonesia untuk menjadi bagian penting dari kesuksesan Festival Al Janadriyah. Indonesia adalah tamu kehormatan bagi Kerajaan Arab Saudi.

“Media memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan budaya dan nilai-nilai yang membuat hubungan Indonesia dan Saudi lebih dekat dan lebih kuat,” kata Awwad ketika menerima delegasi media dan intelektual Indonesia tingkat tinggi di kantornya, Jumat 21 Desember 2018.

Dalam visi tahun 2030 yang diproklamirkan oleh Putra Mahkota Pangeran muda Muhammad bin Salman, posisi media semakin penting. Karena Kerajaan Arab Saudi telah bertekad untuk meninggalkan pintu yang tertutup dan siap untuk membuka dalam banyak cara kepada dunia.

“Kami telah belajar banyak bahwa dengan komunitas tertutup kami tidak berkembang, sekarang kami membuka diri untuk wartawan dan wisatawan sama (selain peziarah, ziarah dan studi Islam) untuk mengunjungi Arab Saudi,” kata menteri yang sebelumnya menjadi duta besar Saudi untuk Jerman hingga April 2017 itu.

 arab

Untuk mendukung kebijakan masyarakat terbuka, mulai tahun depan, Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan visa turis. Selama waktu ini, visa hanya dikeluarkan untuk peziarah, ziarah, bisnis, dan untuk kepentingan studi Islam.

“Negara saya punya banyak potensi dan objek wisata yang akan menjadi tempat yang menarik untuk dinikmati semua orang,” sambung Awwad.

Penyediaan visa turis dilakukan untuk memberikan peluang bagi masyarakat dunia untuk menyaksikan acara yang akan diadakan di seluruh pelosok Arab Saudi. Keputusan ini sejalan dengan target pada Visi 2030 untuk menggandakan jumlah penerbitan visa Saudi.

Awwad mengakui bahwa keputusan ini tidak mudah, karena selain harus menyiapkan sistem administrasi yang andal, Saudi harus melakukan perubahan budaya revolusioner.

“Kami masih membutuhkan waktu untuk benar-benar baik dan memuaskan tamu asing yang datang ke Arab Saudi,” katanya.

Dia menekankan, sekarang Saudi sangat ingin melayani tamu Muslim dan non-Muslim juga. Komitmen ini juga dipantau secara langsung oleh penjaga dua masjid suci Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.

“Yang Mulia selalu mengingatkan kita untuk menjadi negara yang disambut dengan fokus pada peningkatan layanan kepada tamu asing,” kata pemenang Ph.D. hukum di pasar keuangan dari University of Warwick Law School di Inggris.

Awwad mengakui, Saudi selalu fokus pada keamanan ziarah sejak saat ia mengatakan itu sangat penting dan vital bagi kepemimpinan dan peziarah Saudi juga.

“Jumlah jamaah selalu meningkat dan berasal dari 187 negara. Kami terus memperluas ruang bagi para peziarah di tanah suci dan menyediakan petugas yang menguasai semua bahasa para peziarah. Melayani para peziarah adalah suatu kehormatan bagi semua orang Saudi,” kata menteri dengan tiga anak dan tinggal di Riyadh itu.

Dia mengatakan, memilih Indonesia sebagai tamu utama di Janadria adalah pijatan yang jelas bahwa Arab Saudi menganggap Indonesia sebagai mitra strategis Arab Saudi. Ia juga menekankan bahwa di bawah 2030 ada ruang lingkup besar bagi Indonesia dan Saudi Arabia untuk aliansi investasi. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fourteen − 12 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami