Liputan

FOPI: Optimalkan APD Lokal Guna Menekan Ketergantungan Impor

BTN iklan

Jakarta, 19/5 (LEI) – Sekertaris Jenderal Forum Organisasi Profesi Iptek (FOPI), Prof. Dr. Kholil menyarankan agar pemerintah sesegera mungkin mengoptimalkan produk alat kesehatan utamanya alat pelindung diri (APD) dan obat-obatan dari dalam negeri guna menekan ketergantungan impor.
“Sekarang saatnya, meninggalkan birokrasi perijinan yang regid, dan berlebihan agar kita dapat memproduksi APD dan obat-obatan sendiri, dan tidak terus menerus mengandalkan impor,” kata Prof. Dr. Kholil menjawab pertanyaan, LEI terkiat masih langkanya APD dan obat-obatan di pasaran atau di beberapa apotik, terkait mewabahnya covid-19.

Dikatakan, saat ini pemenuhan kebutuhan berbagai alat kesehatan dan obat masih sebagian besar diisi dari pasokan impor sehingga menyebabkan kerentanan (vulnerability) pada sistim kesehatan masyarakat kita. Untuk itu perlu dipacu dalam memajukan industri alat kesehatan guna menuju kemandirian bangsa.

“Tinggalkan-lah mental percaloan, dan berikanlah kemudahan perijinan perusahaan untuk meningkatkan kapasitasnya atau melakukan pengembangan industrinya,” katanya, seraya menambahkan, mental calo dan hanya ingin mencari keunungan sesaat itulah yang menjadikan bangsa Indonesia kerdil dan tak mampu bersaing dengan bangsa lain.
Sebagai akibat dari pandemic Covid 2019, kata Guru Besar Univ Sahid Jakarta ini, kesiapan kehidupan masyarakat yang kemungkinan besar akan berubah pasca Covid ini menjadi suatu situasi kehidupan masyarakat yang normal baru, (NEW NORMAL) yaitu diantaranya seperti berkurangnya kontak antar individu (less contact) dan kita harus hidup berdampingan dengan virus Corona dengan membiasakan diri hidup lebih   sehat. Oleh karenanya, optimalisasi produk lokal cukup urgen untuk diwujudkan.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan usulan ini sudah disampaikan kepada pemerintah Cq. Menteri Riset dan teknologi/Kepala BRIN dan juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Menteri Kesehatan dengan harapan hal itu dapat dijadikan bahasan dalam rapat kabinet.
“Kita mempunyai anggota lebih dari 100 asosiasi yang tergabung dalam FOPI, seperti Perkumpulan Ahli Sistem Indonesia (PASI)
Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), Himpunan Perekayasa Indonesia (HIMPERINDO), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Pada seminar belum lama ini masalah itu salah satu yang mendapat sorotan dari para peserta seminar lewat media daring,” katanya.
Rekomendasi itu pula, kata Prof. Kholil, disampaikan, semoga sumbangan pemikiran Forum Organisasi Profesi IPTEK (FOPI) dapat bermanfaat dan dapat diterapkan guna penanganan Covid 2019 sehingga Indonesia dapat segera keluar dari situasi yang sulit dan berat ini.
Kita semua prihatin dengan adanya dampak pandemik ini, namun semua pihak tidak boleh menyerah, karena dibanyak negara juga punya kasus serupa tetapi kalangan akademisinya terus melakukan penelitian, menemukan faksin covid 19 ini. Sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh ketinggalan sehingga semua prduk dan penemuan teklogi tergantung impor.

Disamping mengoptimalkan produk lokal, Kholil juga menyampaikan, upaya dalam penanggulangan dan pemulihan pasca Covid-2019 adalah memperhatikan kejadian sebelumnya, yakni 2 Kasus Covid yang secara resmi diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020, serta perkembangan pertambahan kasusnya terhadap waktu ternyata sangat cepat, mulai dari angka satuan, kemudian puluhan, ratusan dan bahkan ribuan, disertai kasus yang meninggal juga semakin meningkat.
Tantangan kedepan yang harus dihadapi jika pertambahan kasus baru lebih banyak dari pada yang sembuh, maka kebutuhan perawatan akan meningkat dan akumulasi meninggal juga akan terus bertambah banyak, karenanyan pengamatan tren time seriesnya, perkembangan kasus covid harian perlu diperhatikan dengan seksama, sehingga beberapa upaya yang direkomendasikan antara lain, perluasan dan penegakan PSBB harus lebih terlihat jelas.
Agar masyarakat tetap tinggal di rumah, menggunakan masker, menghindari kerumunan dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta makan di rumah) dan dibutuhkan modifikasi PSBB sesuai situasi dan kondisi terkini, katanya

**dew

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami