HEADLINESHukum

Ganas MUI Jangan Biarkan Generasi Rusak Karena Narkoba

BTN iklan

Jakarta, – 9/10 (LEI),  Ketua Umum Ganas Annar Dr. Titik Haryati menegaskan, jangan sampai generasi bangsa Indonesia rusak dan punah karena adanya penyalahgunaan narkoba dan sejenisnya, oleh karenanya, kita mulai saat ini terus bergerak menangani dan menanggulangi para korban obat-obatan zat terlarang itu.
Hal itu ditegaskannya saat pemberian sambutan rencana melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai lembaga seperti Polisi RI, Badan Narkotika Nasional, (BNN), Lembaga Konseling Indonesa dan Ruah Sakit RSKO, di Jakarta, kemarin siang.
Dalam draf MoU itu, kata Titik, ingin memastikan para korban akibat narkoba, akan direhabilitasi dan diberikan pelayakan bimbingan konseling dan lainnya, agar mereka dapat kembali pulih kemasyarakat. “Mereka itu sudah korban, korban dirinya, keluarganya, dan potensi masa depannya, oleh karenanya, perlu dikembalikan kesehatan utamanya mentalnya agar kembali dapat beraktifitas di dalam lingkungannya,” katanya menegaskan.

Hadir dalam kesempatan itu para pimpina Ganas Annar propinsi seperi dari Banten, Kalimantan Tengah dan Timur, serta dari propinsi lainnya, dan sejumlah pejabat Polri dan BNN, Rumah Sakit Ketergantungan Obat dan para tokoh dari lembaga profesi yang peduli terhadap penanggulangan pengguna ilegal narkoba.
Sementara itu salah satu ketua Ganas Annar Brigjen Anjana Pramuka menambahkan, untuk menanggulangi masalah ini, kita tidak dapat berjalan sendiri. Tetapi perlu kerjasama dengan para pihak dan mitra.

“Untuk mewujudan Indonesia bersih dari peredaran ilegal narkoba, dibutuhkan kerjasama dengan lembaga medis, konseling, BNN, Polri dan anggota masyarakat lainnya, karena penangannya tidak mudah,” katanya.
Saya punya pengalaman diberbagai wilayah Indonesia mencegah peredaran narkoba saat bertugas dilapangan. Jika saya sudah menangkap 10 kg dan para banar, pengedar dan pemakai, pikiran saya masalah ini akan selesai. Namun faktanya, peredaran ilegal narkoba kian hari terus menggila bahkan peredarannya adan yang ratusan kg, ribuan kg dan bahkan ton-tonan l narkoba dari berbagai jenis.

Ini tugas kita bersama, jika kita tidak menginginkan generasi kedepan mengalami kerusakan yang akut. Indonesia, kata Anjana salah satu sasaran pemasaran yang potensial karena berani membeli narkoba dengan harga mahal.
Harga narkoba di pasaran internasional berkisar Rp300 juta per kg, di Indonesia di bandrol Rp 1 miliar dapat laku. Indonesia, termasuk negara yang berani membeli tinggi seperti Australia, Jepang dan Thailand (Bangkok).
Semua negara itu berani membeli karena ada pasar (demand) yang tinggi. Tanggapan dari masing-masing mitra, dalam pertemuan itu menyambut baik rencan MoU, dan perlu segera diwujudkan meski ada juga yang masih menunda karena adanya perbaikan draf dan perlunya mekanisme yang lebih jelas agar tidak terjadi tumpang tindih di dalam kelembagaan, seperti perlunya melibatkan satuan kerja dari masing-masing lembaga seperti instansi Polri.

***

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami