EkonomiLiputan

Ganjar: Kartu Tani Untuk Mengatasi Penyelewengan Pupuk

BTN iklan

Kendal, 2/3 (Antara) – Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan bahwa penerapan Program Kartu Tani untuk mengantisipasi berbagai praktik penyelewengan dan penyelundupan pada distribusi pupuk bersubsidi.

“Silakan tunjukkan kepada saya kalau ada penyelundupan pupuk selama ada Kartu Tani, tidak ada kan? Ini adalah bukti Kartu Tani sudah bekerja secara sistem untuk menjamin tidak ada penyelewengan pupuk,” kata Ganjar saat berada di Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Kamis.

Ganjar menjelaskan bahwa Program Kartu Tani merupakan salah satu modernisasi pertanian sebab pada kartu tani terdapat data luas lahan, jumlah pupuk, dan juga komoditas pertanian yang ditanam.

Ide Program Kartu Tani, kata Ganjar, didasari oleh dua hal yakni maraknya penyelundupan pupuk bersubsidi yang mengakibatkan kelangkaan pupuk di suatu wilayah, serta data petani yang amburadul sehingga program bantuan pertanian sering tidak tepat sasaran.

Menurut cagub yang berpasangan dengan Cawagub Taj Yasin Maimoen, dengan Program Kartu Tani, bisa diketahui jumlah petani, kebutuhannya, serta komoditas yang ditanamnya.

“Saat ini petani di Jateng tercatat ada sekitar 2 juta orang dan 90 persen di antaranya sudah memiliki Kartu Tani, kalau ada petani yang belum punya ya sementara dilayani dengan manual,” ujarnya.

Kendati demikian, Ganjar mengakui, Program Kartu Tani masih butuh penyempurnaan agar bisa melayani sesuai keinginan petani dan menyukseskan program pemerintah.

“Masih butuh ‘software’ untuk pemantauan, misalnya menanam apa, menanam di mana. Jadi kalau harga komoditas turun karena panen raya, kami punya data, dengan data tersebut, akan ada solusi,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Selain Kartu Tani, Ganjar menyebutkan program unggulannya adalah menciptakan pemerintahan yang bersih dan melayani masyrakat dengan cepat, mudah dan murah.

“Kalau bersih itu sudah terlaksana, yang lain itu kan mudah. Infrastruktur berjalan, penguatan usaha kecil dan UMKM berjalan, pendidikan yang tidak mahal serta gratis untuk orang miskin,” ujarnya.

Selain itu, mendorong percepatan investasi dan tata ruang yang ramah lingkungan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami