Hukum

Ganjar Sebut Nazaruddin Ngarang Alasan Tolak Terima Uang

BTN iklan

Jakarta, LEI – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyebut mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, mengarang tentang penolakan menerima uang e-KTP karena jumlahnya sedikit.

“Enggak, kata siapan, mengarang itu,” kata Ganjar setelah menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi e-KTP yang membelit tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa. (4/7/2017).

Selain itu, Ganjar juga mengaku sudah menjelaskan kepada penyidik KPK saat dikonfrontir dengan pihak yang menyebutnya menerima uang dari proyek e-KTP.

“Dulu saya sudah pernah dikonfrontir langsung, saya ceritakan saya dikonfrontir sama Pak Novel yang konfrontir saya. Apakah saudara si pemberi uangnya itu mengasih, tidak, saya lega,” ucapnya.

Nazaruddin menyebut bahwa Ganjar menolak menerima uang karena jumlahnya sedikit, yakni hanya US$ 150.000. Ganjar ingin mendapat jumlah yang sama dengan ketua Komisi II.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka karena diduga bersama-sama dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, serta pihak lainnya melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dalam proyek e-KTP di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Atas ulah mereka dan pihak lainnya yang dinyatakan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi tersebut, negara mengalami kerugian keuangan atau ekonomi sekitar Rp 2,3 trilyun dari proyek senilai Rp 5,9 trilyun.

KPK menyangka Andi melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + eighteen =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami